Kultum Ramadan di masjid An-Nur Genteng, Banyuwangi menjelaskan 5 langkah untuk mendekati Al-Qur’an, Rabu (4/3/2026). Materi tersebut disampaikan oleh Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng, Taufiqur Rohman, M.Pd.I. saat kultum di hadapan jamaah masjid An-Nur yang berlokasi di Jalan Dewata. Jamaah masjid ini merupakan warga Muhammadiyah Ranting Genteng Kulon.
Pukul 19.00 WIB, jamaah melaksanakan shalat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan salat Tarawih. Setelah itu diadakan penyampaian kultum Ramadan untuk peningkatan spiritualitas jamaah.
Di awal kultumnya, Taufiqur Rohman mengajak jamaah untuk bersyukur kepada Allah SWT. Karena hingga malam ke-16 ini masih diberi kesempatan sehingga dapat melaksanakan shalat Tarawih berjamaah.
“Semoga shalat kita pada malam hari ini mendapat ridha dari Allah,” ujarnya.
Selanjutnya ia membacakan satu ayat Al-Qur’an dalam Surat Al-Baqarah 185. Di ayat tersebut dijelaskan fungsi utama dari kitab suci Al-Qur’an. Yakni sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia, menjelaskan petunjuk tersebut. Serta berfungsi sebagai Al-furqan, yaitu pembeda antara yang benar dan yang salah.
Lima Langkah Mendekati Al-Qur’an
Ustadz asal Pandan itu mengajak jamaah untuk mendekati Al-Qur’an selagi masih dalam momentum Ramadan. Caranya dengan melakukan 5 langkah sebagai berikut:
Pertama, membiasakan membaca Al-Qur’an. Artinya, menjadikan bulan Ramadan ini sebagai bulan untuk membaca Al-Qur’an dengan lebih intens.
“Namun, jangan sampai hanya berhenti di langkah pertama ini, harus diteruskan pada langkah berikutnya,” tandasnya.
Kedua, membaca terjemahan Al-Qur’an untuk memahami arti ayatnya. Ketiga, membaca Tafsir Al-Qur’an. Keempat, mengikuti pengajian tafsir.
“Dan yang kelima, mengamalkan isinya dalam kehidupan nyata,” ulasnya.
Ia menegaskan bahwa tanpa melakukan 5 langkah tersebut, tidak mungkin seorang muslim dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupannya.
Kultum Ramadan ini berlangsung dengan khidmat. Sebelum mengakhiri ceramah, Taufiqur Rohman mendoakan jamaah agar diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadan 1447 Hijriah yang masih tersisa beberapa hari ke depan.
Setelah itu jamaah melakukan tadarus Al-Qur’an. Salah satu jamaah, Suwarto mengungkapkan kebiasaannya setelah mengikuti shalat Tarawih di masjid An-Nur.
“Kami biasa tadarus, tiap malam di masjid ini,” ungkapnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments