Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kultum Subuh Masjid Al-Falah Jalen Kupas Empat Golongan yang Dirindukan Surga

Iklan Landscape Smamda
Kultum Subuh Masjid Al-Falah Jalen Kupas Empat Golongan yang Dirindukan Surga
Ketua Takmir masjid al-Falah saat penyampaian Kultum setelah jama'ah subuh Minggu (Alib/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kuliah tujuh menit (kultum) selepas shalat Subuh di Masjid Al-Falah Jalen Genteng Banyuwangi pada Minggu (1/3/2026) mengangkat tema Empat Golongan yang Dirindukan Surga. Kajian yang disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Al-Falah, H. Nawachid, M.Pd., ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan selama Ramadan.

Selama satu bulan penuh, Masjid Al-Falah mengadakan kajian rutin setelah Subuh berupa kajian kitab Nashaihul Ibad syarah Syeh An-Nawawi Al-Bantani serta kultum setiap hari Minggu pagi. Adapun kultum malam Ramadan dilaksanakan setiap hari setelah shalat Tarawih dan Witir dengan melibatkan seluruh generasi secara bergiliran sebagai pemateri.

Dalam kultumnya, H. Nawachid membacakan hadits dari Ibnu Abbas:

“Surga itu merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisan, orang yang memberi makan orang kelaparan, dan orang yang berpuasa pada bulan Ramadan.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)

Makna Empat Golongan

Beliau kemudian menjelaskan makna empat golongan tersebut secara rinci:

1. Taalil Qur’an

Yaitu orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an dengan tekun, memahami maknanya, serta mengamalkan ajarannya. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa yang mudah dipahami sehingga umat Islam dianjurkan untuk terus berinteraksi dengannya.

2. Wa Haafidzii Lisan

Iklan Landscape UM SURABAYA

Orang yang menjaga lisannya dari ucapan kasar, hinaan, caci maki, atau perilaku membuli. Lisan yang tidak terjaga dapat menyeret seseorang pada dosa besar seperti dusta, ghibah, namimah (adu domba), dan hasad.

3. Wa Muth’imul Ji’an

Orang yang memberi makan mereka yang kelaparan. Bahkan, memberi makanan kepada orang yang berbuka puasa mendapatkan pahala setara dengan orang yang menjalankan puasa tersebut.

4. Wa Shooimiina Fi Syahri Ramadhan

Orang yang berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan. Ramadan adalah bulan istimewa, tempat berkumpulnya segala kebaikan: doa dikabulkan, pahala dilipatgandakan, dan dosa diampuni.

Sebelum menutup kultum, H. Nawachid berpesan kepada jama’ah untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan, terutama empat amalan mulia yang disebutkan dalam hadits tersebut. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu