Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kunci Rumah Tangga Berkah dan Bahagia

Iklan Landscape Smamda
Kunci Rumah Tangga Berkah dan Bahagia
pwmu.co -
Kajian bersama Ketua PWA Jatim, Dra. H. Rukmini MAP (Khoen Eka/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kunci rumah tangga berkah dan bahagia menjadi tema Kajian Ramadhan Nyai Walidah PDA Kota Batu pada Ramadhan hari pertama, Sabtu (1/3/2025). Tema tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Hj Dra Rukmini MAP.

Di awal kajiannya, Hj Rukmini mengingatkan tentang tujuan shalat karena ada kunci penting yang akan didapat dari ibadah shalat. Tujuan shalat adalah untuk mengingat Allah (QS Thaha: 14).

Kalau seseorang tidak ingat pada Allah, maka Allah akan membuat seseorang itu lupa akan dirinya sehingga tidak malu berbuat apapun yang melanggar aturan Allah. Adapun fungsi shalat untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dengan demikian, apabila seseorang sudah menjalankan ibadah shalat dengan baik, maka ketika sudah berumah tangga, akan berusaha selalu berbuat sesuai dengan aturan Allah Swt.

Selanjutnya disampaikan tentang tujuan menikah, yaitu untuk membawa ketenangan. “Dengan menikah, hati akan menjadi tenang karena sudah ada tempat untuk berbagi suka dan duka,” kata Hj Rukmini. “Untuk itu, dibutuhkan ketakwaan,” sambungnya.

Secara bahasa, takwa artinya berhati-hati atau memelihara diri dari segala sesuatu yang menjadikan mudharat bagi dirinya dan orang lain, agar tidak terjerumus pada hal-hal yang dilarang oleh Allah.

Beberapa perilaku dalam kehidupan rumah tangga, yang jauh dari takwa dan menyebabkan murka Allah di antaranya adalah (1) marah, (2) berbohong, serta (3) komunikasi yang buruk (menggunakan kata-kata yang kasar).

Marah adalah emosi yang wajar, tetapi jika tidak dikendalikan, dapat merusak hubungan suami istri. Marah yang berlebihan bisa menyebabkan perselisihan berkepanjangan, menimbulkan ketegangan, dan bahkan menyakiti perasaan pasangan maupun anak-anak. Islam mengajarkan umatnya untuk mengendalikan amarah.

Kejujuran adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan dalam rumah tangga. Ketika salah satu pasangan sering berbohong, baik dalam hal kecil maupun besar, kepercayaan akan luntur dan menimbulkan kecurigaan serta ketidaknyamanan. Oleh sebab itu, berbohong harus dihindari, kecuali untuk hal-hal yang diperbolehkan misalnya dalam rangka mendamaikan, atau menyelamatkan seseorang.

Terkait dengan komunikasi, cara berbicara sangat berpengaruh dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Kata-kata kasar, hinaan, atau ucapan yang menyakitkan dapat melukai hati pasangan dan membuat suasana rumah menjadi tidak nyaman. Komunikasi yang buruk sering kali menjadi pemicu pertengkaran dan dapat membuat pasangan merasa tidak dihargai atau tidak dicintai.

Oleh karena itu, suami istri dianjurkan untuk selalu berbicara dengan lembut dan penuh kasih sayang, sebagaimana Rasulullah Saw yang selalu berkomunikasi dengan lemah lembut kepada istri-istrinya.

Dengan demikian, membangun rumah tangga yang berkah dan bahagia bukan hanya tentang menjalankan peran masing-masing, tetapi juga menanamkan nilai ketakwaan dalam setiap aspek kehidupan.

“Melalui shalat yang khusyuk, komunikasi yang baik, serta saling menjaga dari perilaku yang dapat mendatangkan murka Allah, suami istri dapat menciptakan rumah tangga yang penuh ketenangan dan keberkahan. Semoga setiap pasangan mampu mengamalkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, sehingga rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah dapat terwujud,” pungkas Ketua PWA Jatim tersebut. (*)

Penulis Khoen Eka Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu