Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UM Surabaya) melanjutkan rangkaian Study Preparation bagi mahasiswa baru S1 Pendidikan Dokter pada Kamis (26/9/2025) di Auditorium Lt.23 At-Ta’awun Tower UM Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. dr. Nurma Yuliyanasari M.Si, hadir menyampaikan materi dengan tema “Mastering Time: Smart Hacks Every Medical Student Needs” yang membahas pentingnya keterampilan manajemen waktu bagi mahasiswa kedokteran.
Dalam paparannya, dr. Nurma menegaskan bahwa mahasiswa kedokteran menghadapi beban akademik yang cukup berat, mulai dari kuliah, praktik klinik, penelitian, hingga kehidupan pribadi.
Oleh karena itu, kemampuan mengelola waktu menjadi kunci untuk meraih kesuksesan. “Kita semua mendapatkan 24 jam yang sama setiap harinya. Yang membedakan adalah bagaimana kita menggunakannya,” ujarnya.
Beliau menyoroti beberapa tantangan utama yang sering membuat mahasiswa kesulitan mengatur waktu, antara lain kebiasaan menunda (procrastination), distraksi, terlalu banyak komitmen, kurang perencanaan, hingga risiko burnout. Dalam perspektif Islam, waktu juga merupakan amanah yang harus dijaga.
dr. Nurma mengutip Qs Al-Asr dan hadis Nabi yang mengingatkan agar manusia memanfaatkan waktu luang sebelum datang kesibukan, serta kesehatan sebelum datangnya sakit.
Lebih lanjut, dr. Nurma memaparkan berbagai strategi manajemen waktu yang dapat diterapkan mahasiswa. Di antaranya menetapkan prioritas menggunakan Eisenhower Matrix, membuat perencanaan harian dan mingguan, menerapkan teknik time blocking, hingga metode Pomodoro untuk meningkatkan fokus belajar.
“Yang penting bukan berapa lama kalian belajar, tetapi seberapa efektif waktu belajar itu digunakan. Kualitas lebih utama daripada kuantitas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hidup antara akademik dan personal. Tidur cukup, olahraga teratur, pola makan sehat, serta menjaga koneksi sosial adalah bagian yang tak kalah penting untuk menunjang prestasi.
Menurutnya, manajemen waktu yang baik bukan hanya mendukung keberhasilan akademik, tetapi juga menjaga kesehatan mental dan fisik mahasiswa.
“Waktu adalah aset yang sangat berharga. Dengan manajemen waktu yang baik, kalian tidak hanya sukses di dunia akademik, tapi juga mampu menyiapkan diri untuk kehidupan di masa depan, baik di dunia maupun akhirat,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments