Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kunjungan yang Menguatkan: Etika Menjenguk Pasien Menurut Ajaran Nabi

Iklan Landscape Smamda
Kunjungan yang Menguatkan: Etika Menjenguk Pasien Menurut Ajaran Nabi
Foto: drprem.com
pwmu.co -

Menjenguk orang sakit bukan sekadar tradisi sosial, tetapi bagian dari ibadah yang dijunjung tinggi dalam Islam. Kunjungan yang dilakukan dengan adab yang benar dapat menghadirkan ketenangan, menumbuhkan harapan, dan menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang sedang diuji.

Karena itu, Rasulullah saw memberikan pedoman khusus agar setiap kunjungan benar-benar membawa manfaat, bukan sekadar hadir secara fisik.

Islam menganjurkan dan memberikan panduan adab menjenguk orang sakit. Tujuannya agar kunjungan tersebut benar-benar membawa ketenangan, kebaikan, dan manfaat bagi yang sakit maupun yang menjenguk.

Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan perintah menjenguk orang sakit memiliki dasar syariat yang jelas. Salah satunya terdapat dalam hadis sahih yang diriwayatkan Al-Bara:

عَنِ الْبَرَاءِ الْبَرَاءِ ، قَالَ : ” أَمَرَنَا النَّبِيُّ بِسَبْعِ، وَنَهَانَا عَنْ سَبْعِ: أَمَرَنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ، وَاتَّبَاعِ الْجِنَازَةِ، وَتَثْمِيتِ الْعَاطِسِ، وَإِجَابَةِ الدَّاعِي، وَرَةِ السَّلَامِ، وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ، وَإِبْرَارِ الْمُقْسِمِ

“Al-Bara meriwayatkan: “Nabi saw memerintahkan kami untuk melakukan tujuh hal dan melarang kami melakukan tujuh hal lainnya: Beliau memerintahkan kami untuk menjenguk orang sakit, menghadiri pemakaman, mengucapkan ‘yarḥamuka Allāh’ (semoga Allah merahmati kalian) kepada orang yang bersin, menjawab undangan, menjawab salam, menolong orang yang teraniaya, dan memenuhi permintaan orang yang bersumpah.” (Hadis Riwayat Bukhari No. 6294 dan Muslim No. 5510)

“Amalan menjenguk orang sakit itu dijanjikan pahala yang besar, juga keberkahan dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ucap Nurul, Senin (8/12/2025).

Adab menjenguk orang sakit juga ditegaskan dalam hadis lain. Rasulullah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيضَ وَفُكُّوا الْعَانِيَ [أخرجه البخاري]

“Berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sedang sakit dan bebaskanlah saudara (muslim) yang tertawan.” (Hadis Riwayat Bukhari No. 5373)

Adab Menjenguk Orang Sakit

Menurut Nurul, ada beberapa adab penting yang wajib diperhatikan ketika menjenguk orang sakit, di antaranya:

1. Menghadirkan niat yang tulus

Kunjungan sebaiknya dilakukan dengan niat ibadah dan membantu meringankan perasaan pasien. Bukan demi formalitas atau malah ajang pamer kepedulian.

2. Tidak berlama-lama

Iklan Landscape UM SURABAYA

Orang sakit mudah merasa lelah. Karena itu, kunjungan terlalu lama justru dapat menambah beban fisik dan mental mereka.

3. Memilih waktu yang tepat

Menjenguk orang sakit di luar jam besuk, waktu makan, atau waktu istirahat bisa mengganggu kenyamanan pasien maupun keluarga. Maka, pilihlah waktu yang tepat saat mengunjungi.

4. Menjaga kebersihan dan kesehatan diri

Jika dalam keadaan sakit, flu, atau tidak fit, sebaiknya menunda kunjungan. Ini bentuk tanggung jawab agar tidak memperburuk kondisi pasien.

5. Memberi kata-kata yang baik

Ucapan yang menenangkan, memotivasi, dan menguatkan lebih bermakna daripada obrolan panjang tanpa arah atau pembahasan yang menimbulkan kecemasan.

6. Membaca doa

Mendoakan kesembuhan menjadi inti dari menjenguk orang sakit. Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah saw ialah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

“Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit.” (Hadis Riwayat Bukhari)

Menjenguk orang sakit adalah amalan sederhana, namun sarat makna spiritual dan sosial. Amalah tersebut menghadirkan pahala, memperkuat hubungan antarmanusia, dan menjadi bentuk kasih sayang yang nyata.

“Sebuah kunjungan mungkin tidak mengubah kondisi medis seseorang, tetapi mampu menumbuhkan harapan dan ketenangan, dua hal yang sangat berarti bagi orang yang sedang diuji sakit,” tutup Nurul. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu