Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kwarda HW Lamongan Tegaskan Hizbul Wathan sebagai Kepanduan Utama Sekolah Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Kwarda HW Lamongan Tegaskan Hizbul Wathan sebagai Kepanduan Utama Sekolah Muhammadiyah
Wakil Ketua Kwarda HW Lamongan saat menyampaikan amanat di pembukaan Kemah Akbar HW Mantup. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kegiatan Kemah Akbar dan Pelantikan Kwartir Cabang Hizbul Wathan (HW) Kecamatan Mantup resmi dibuka pada Jumat (9/1/2026), bertempat di halaman SMK Muhammadiyah 10 Mantup.

Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat melalui upacara pembukaan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan Muhammadiyah, mulai dari TK ABA, MI, SMP, hingga SMK Muhammadiyah se-Kecamatan Mantup.

Amanat pembina upacara pada pembukaan kegiatan tersebut disampaikan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) HW Lamongan yang diwakili oleh Ramanda Ahsanul Arham, selaku Wakil Ketua Kwarda HW Lamongan.

Kehadiran perwakilan Kwarda HW Lamongan ini menjadi bentuk dukungan dan penguatan struktural terhadap pelaksanaan Kemah Akbar sekaligus Pelantikan Kwartir Cabang (Kwarcab) HW Mantup.

Dalam amanatnya, Ramanda Ahsanul Arham terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada pengurus Kwarcab HW Kecamatan Mantup yang telah resmi dilantik pada hari tersebut.

Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membawa HW Mantup semakin berkembang dan maju.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Kwartir Cabang HW Kecamatan Mantup yang hari ini telah dilantik. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa HW Mantup menjadi lebih aktif, progresif, dan bermanfaat,” ujar beliau.

Lebih lanjut, dalam amanatnya Ramanda Ahsanul Arham menjelaskan secara mendalam mengenai HW sebagai wadah kepanduan resmi di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Ia menegaskan bahwa HW bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan bagian penting dari sistem pendidikan dan kaderisasi Muhammadiyah.

“HW adalah wadah kepanduan di sekolah Muhammadiyah. Oleh karena itu, sudah seharusnya HW dijadikan sebagai kepanduan satu-satunya di sekolah Muhammadiyah, mulai dari tingkat TK ABA, MI, SMP, hingga SMK Muhammadiyah, khususnya di Cabang Mantup ini,” tegas beliau.

Dalam penjelasannya, Ramanda Arham juga mengingatkan bahwa HW didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, dengan ciri khas yang membedakannya dari kepanduan lain.

Ciri khas tersebut terletak pada Prinsip Dasar dan Kode Kehormatan Pandu HW yang menjadi landasan pembinaan kader.

beliau menjelaskan bahwa Prinsip Dasar HW menekankan pada pengamalan akidah Islamiyah sejak usia dini, dimulai dari tingkatan Tunas Athfal, hingga Pandu Penghela, hingga tingkatan selanjutnya. Melalui HW, nilai-nilai keislaman ditanamkan secara bertahap dan berkesinambungan.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembinaan akhlak mulia sebagai bagian dari karakter kader HW. Beliau mencontohkan hal-hal sederhana namun bermakna, seperti membiasakan peserta didik untuk mengucapkan salam kepada bapak dan ibu guru, serta berdoa sebelum dan sesudah latihan HW.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Hal-hal sederhana seperti menyapa guru dengan salam dan berdoa sebelum serta sesudah latihan adalah contoh nyata pembentukan akhlak mulia bagi kader HW,” jelas beliau.

Selanjutnya, Ramanda Arham menjelaskan tentang Kode Kehormatan Pandu HW, yang meliputi Janji Pandu dan Undang-Undang Pandu HW.

Menurut beliau, kode kehormatan ini menjadi pedoman sikap dan perilaku kader dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Beliau juga memaparkan bahwa HW menerapkan sistem pendidikan berkelompok, yang bertujuan melatih kerja sama, kepemimpinan, dan tanggung jawab.

Selain itu, kegiatan HW dirancang dengan sistem yang menarik, menyenangkan, dan menantang, sehingga peserta didik dapat belajar dengan penuh semangat.

Dalam HW, lanjutnya, terdapat pula sistem kenaikan tingkat yang dilaksanakan melalui tes kenaikan tingkat.

Setelah dinyatakan lulus, peserta akan memperoleh tanda kenaikan tingkat sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar dan pencapaian yang telah dilalui.

Mengakhiri amanatnya, Ramanda Ahsanul Arham menyampaikan pesan khusus kepada Kwarcab HW Kecamatan Mantup agar terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah, serta mampu mengayomi seluruh satuan dan peserta didik.

Beliau juga berharap agar Kemah Akbar ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan dapat dijadikan sebagai program berkelanjutan Kwarcab HW Mantup di masa mendatang.

“Kemah ini jangan berhenti sampai hari ini saja. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa menjadi program rutin Kwarcab HW Kecamatan Mantup,” pesan beliau.

Setelah menyampaikan amanat, Ramanda Ahsanul Arham secara resmi membuka kegiatan Kemah Akbar dengan membaca basmalah, yang kemudian dilanjutkan dengan Tepuk HW bersama seluruh peserta kemah.

Suasana pun semakin semarak, menandai dimulainya rangkaian kegiatan Kemah Akbar dan Pelantikan Kwarcab HW Kecamatan Mantup Tahun 2026.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu