Hizbul Wathan Kwartir Daerah Situbondo melantik Dewan Sughli periode 2026–2028 sebagai langkah penguatan kader kepanduan.
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah (Kwarda) Kabupaten Situbondo menggelar pelantikan dan Pendidikan serta Pelatihan (Diklat) Dewan Sughli Daerah periode 2026–2028 pada Sabtu (14/02/2026) di Aula SMA Muhammadiyah 1 Panji.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur organisasi sekaligus meneguhkan komitmen pembinaan kader muda yang berlandaskan nilai Islam, semangat kebangsaan, dan jiwa kepanduan.
Penguatan Struktur dan Peran Dewan Sughli
Dewan Sughli merupakan badan kelengkapan kwartir yang berperan membantu Kwarda HW dalam mengelola serta membina Pandu Hizbul Wathan tingkat Penghela dan Penuntun. Keanggotaannya berasal dari unsur penghela dan penuntun yang bekerja secara kolegial, dinamis, dan penuh tanggung jawab dalam merancang serta menjalankan program pembinaan.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwarda Hizbul Wathan Kabupaten Situbondo, Ramanda Nisan. Para anggota yang terpilih menerima amanah jabatan melalui penyematan tanda pengenal dan penyerahan buku pedoman tugas sebagai simbol kesiapan untuk mengemban tanggung jawab organisasi.
Kepanduan sebagai Pembentuk Karakter
Dalam sambutannya, Ramanda Nisan menekankan bahwa kepanduan bukan hanya tentang kegiatan teknis, tetapi juga tentang pembentukan karakter.
“Dewan Sughli harus menjadi teladan dalam kemandirian, kreatif dalam menyusun program, terampil dalam pelaksanaan kegiatan, serta ikhlas dalam berkhidmat. Inilah ruh kepanduan yang harus terus dijaga demi kelangsungan gerakan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader Hizbul Wathan harus selalu siap dalam berbagai situasi.
“Kita ingin kader-kader yang tidak hanya aktif, tetapi juga selalu siap mengabdi, siap memimpin, dan siap melayani umat serta bangsa,” tambahnya.
Materi Diklat: Manajemen hingga Keterampilan Lapangan
Rangkaian Diklat yang dilaksanakan mencakup pelatihan manajemen pembinaan, teknis kegiatan kepanduan seperti perkemahan, navigasi, dan keterampilan dasar penyelamatan, pengembangan sumber daya manusia, hingga kerja sama dan advokasi. Peserta juga dibekali materi tentang struktur organisasi, administrasi, serta kepemimpinan dalam konteks Hizbul Wathan.
Penanaman nilai kemandirian menjadi salah satu fokus utama dalam pelatihan. Kader diharapkan mampu merancang kegiatan secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak lain. Selain itu, kreativitas didorong agar program kepanduan lebih inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Keterampilan teknis juga terus diasah sebagai bekal nyata dalam setiap aktivitas lapangan.
Meneguhkan Nilai Keikhlasan dan Pengabdian
Lebih dari itu, nilai keikhlasan ditekankan sebagai fondasi utama gerakan. Dalam kepanduan, pengabdian bukan sekadar menjalankan tugas organisasi, melainkan bagian dari ibadah dan komitmen moral untuk membina generasi muda yang berakhlak mulia.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Qabilah Hizbul Wathan se-Kabupaten Situbondo serta jajaran pengurus Kwarda. Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan tekad bersama untuk membawa Hizbul Wathan semakin maju.
Dengan pelantikan dan pembekalan ini, Dewan Sughli periode 2026–2028 diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang solid, mandiri, kreatif, terampil, dan selalu siap dalam mengemban amanah. Langkah ini menjadi awal penguatan gerakan kepanduan yang berkelanjutan di Kabupaten Situbondo.






0 Tanggapan
Empty Comments