
PWMU.CO – Kwartir Wilayah (Kwarwil) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur menyampaikan berbagai usulan strategis kepada Kwartir Pusat (Kwarpus) dalam Konsolidasi Nasional (Konsolnas) yang digelar di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Sabtu-Ahad (26–27/04/2025).
Dalam forum penting ini, hadir mewakili Kwarwil HW Jatim: Ramanda Fatkhur Rohim Syuhadi (Ketua), Ramanda Khusnul Abidin (Sekretaris), Ramanda Moh. Ernam (Wakil Ketua), dan Yasir Wahid (Wakil Ketua). Ramanda Moh. Ernam mendapat kehormatan untuk menyampaikan sejumlah usulan strategis saat sesi tanggapan dan laporan.
“Visi kami di Jawa Timur adalah menyiapkan seribu pelatih HW. Alhamdulillah, dalam satu tahun ini, kami telah berhasil mencetak 600 pelatih,” ujar Ramanda Ernam optimis.
Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah, mengingat Kwarwil HW Jatim akan menggelar Pelatihan Jaya Melati 1 untuk guru PAUD pada Mei dan Juni 2025. “Insyaallah, kami lanjutkan dengan Jaya Melati 2 pada September 2025,” tambahnya.
Dari pengalaman pelatihan tersebut, Ramanda Ernam mengusulkan perlunya pembaruan kurikulum Jaya Melati 1 dan 2. “Saat ini, kurikulum masih terlalu fokus pada aspek kognitif. Sementara ranah afektif dan psikomotorik belum tergarap optimal. Solusinya, segera adakan lokakarya perubahan kurikulum,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan desentralisasi pengelolaan pelatihan: Kwarwil menangani Jaya Melati 1 dan 2, sedangkan Kwarpus fokus pada Jaya Matahari 1 dan 2. “Dengan demikian, proses pelatihan akan lebih efektif, efisien, dan bergerak lebih cepat,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Ramanda Ernam menyoroti pentingnya kaderisasi anggota kwartir melalui program Darul Arqom dan Baitul Arqom. “Anggota kwartir, mulai pusat hingga cabang, perlu dibekali pemahaman al-Islam dan kemuhammadiyahan berbasis pandangan resmi Muhammadiyah,” jelasnya.
Dalam bidang pendidikan tinggi, ia mendorong Kwarpus HW menggandeng Majelis Pendidikan Tinggi (Dikti) Muhammadiyah. “Perlu MoU agar mata kuliah Kepanduan Hizbul Wathan masuk dalam kurikulum di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Selama ini yang ada baru kepramukaan,” tegasnya.
Menurutnya, langkah ini bisa membuka peluang besar untuk memperbanyak pelatih HW dari lulusan FKIP, FAI, PG PAUD, dan PGSD. “Potensi ini jangan disia-siakan. Ini peluang emas untuk memperbesar kekuatan Hizbul Wathan,” ujar Ramanda Ernam penuh semangat.
Ia juga mengingatkan pentingnya penyelarasan pedoman organisasi dengan pedoman lainnya, serta perlunya diskusi mendalam tentang kedudukan Qabilah PTMA. “Perlu mekanisme perubahan AD/ART yang lebih sistematis dan bisa diterima semua pihak,” tambahnya.
Sebagai bagian dari laporan, Ramanda Ernam memaparkan bahwa Kwarwil HW Jatim telah menyelesaikan Musywil, pelantikan, dan rapat kerja wilayah. Hampir seluruh Musyda kabupaten/kota juga telah terlaksana. Selain itu, Kwarwil HW Jatim telah mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), menerbitkan buku Dinamika HW Jawa Timur, dan meluncurkan program Pandu Tunas Athfal di berbagai daerah seperti Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Probolinggo, Situbondo, Kediri, Batu, hingga Ponorogo.
“Karena itu, kami berharap Kwarpus segera menerbitkan petunjuk pelaksanaan dan teknis Pandu Tunas Athfal sebagai pedoman di tingkat TK,” pungkas Ramanda Ernam.
Penulis Khusnul Abidin Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments