Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kwarwil HW Silaturahim ke PWA Jatim, Bahas Sinergi Pendidikan Karakter Kepanduan Tunas Athfal

Iklan Landscape Smamda
Kwarwil HW Silaturahim ke PWA Jatim, Bahas Sinergi Pendidikan Karakter Kepanduan Tunas Athfal
pwmu.co -
Ketua Kwarwil HW menyerahkan cendera mata berupa kacu leher kepada Ketua PWA Jawa Timur Selasa lalu di kantor PWA. (Lia Fitrianingrum/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (Kwarwil HW) Jawa Timur melakukan silaturahim ke kantor Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Selasa (8/7/2025).

Kunjungan ini dalam rangka membangun sinergi pendidikan karakter kepanduan Hizbul Wathan di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) melalui program kepanduan Tunas Athfal Hizbul Wathan.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dimulai tepat pukul 14.30 WIB, bertempat di kantor PWA Jatim, Jalan Kertomenanggal, Surabaya. Hadir dalam rombongan HW sebanyak tujuh orang dari unsur Kwarwil dan Unsur Pembantu Kwartir (UPK) Bidang Tunas Athfal.

Meski datang dari berbagai arah, mereka membawa satu misi: menguatkan sinergi program pembinaan karakter anak usia dini berbasis kepanduan.

Bertemu di Simpul Sinergi

Rombongan dipimpin Ketua Kwarwil HW Jatim, Ramanda Fathurrahim Syuhadi yang datang bersama Wakil Sekretaris, Ramanda Aminulloh Fatkhur Roziqi, setelah bertolak dari Tuban dan Babat.

Keduanya bertemu di dalam bus menuju terminal Bunder, Gresik, lalu melanjutkan perjalanan bersama menggunakan Trans Jatim menuju Bungurasih.

Sementara Wakil Ketua Kwarwil HW, Murni Novida Wardani tiba dari Kota Batu selepas kegiatan sekolah. Di kantor PWA telah menanti Ayunda Lia Fitrianingrum (Wakil Bendahara), Ayunda Alfina (anggota DSW), serta dua anggota UPK Tunas Athfal: Endang yang dari perjalanan tugas di Tulungagung dan Vivit dari kegiatannya di Sidoarjo.

Rombongan Kwarwil disambut hangat oleh Ketua PWA Jatim Rukmini, didampingi Siti Dalilah Candrawati (Wakil Ketua), Nur Mukarromah (Sekretaris), Asmawatie Rosyidah (Wakil Sekretaris), Noer Haidah (Bendahara), serta perwakilan dari Majelis Dikdasmen dan IGABA.

1700 TK ABA Jadi Ladang Kolaborasi

Dalam sambutannya, Ramanda Fathurrahim Syuhadi menegaskan kesiapan Kwarwil HW untuk bersinergi membina karakter siswa TK ABA melalui kurikulum Tunas Athfal.

“Kami siap bersinergi dengan PWA Jawa Timur. Infonya di Jawa Timur ada lebih kurang 1700 TK ABA ini adalah potensi besar untuk penguatan karakter anak-anak sejak dini. Di beberapa daerah, program Tunas Athfal sudah berjalan. Karena yang melatih anak-anak Tunas Athfal adalah para Bunda gurunya, maka kami siap membekali pada Ibunda guru tentang keilmuan kepanduan Hizbul Wathan” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi tiga pilar: Kwarwil HW, Majelis PAUD Dasmen PWA, dan IGABA Wilayah dalam menyusun kurikulum Tunas Athfal.

Suasana silaturrohim Kwarwil HW bersama Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur membahas tentang Tunas Athfal. (Lia Fitrianingrum/PWMU.CO)

Bermain, Belajar, Bergembira

Wakil Ketua Kwarwil, Murni, menyampaikan bahwa pendekatan Tunas Athfal bersifat pengenalan kepanduan yang menyenangkan.

“Metode kami sejalan dengan kurikulum PAUD. Anak-anak belajar pendidikan karakter kepanduan Hizbul Wathan melalui bermain dan bergembira,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sementara itu, Ramanda Aminulloh Fatkhur Roziqi yang juga inisiator lahirnya program ini di Kwarda HW Lamongan di periode lalu, memaparkan sejarah dan substansi kurikulum Tunas Athfal.

Ia mengungkapkan, gagasan ini muncul dari kekhawatirannya melihat latihan bela diri di TK yang belum sesuai usia.

“Kami ingin anak-anak dikenalkan kepanduan yang menyenangkan, lewat lagu, tepuk-tepuk, dan permainan. para Bunda Guru TK ABA cukup dibekali pemahaman keilmuan kepanduan HW InsyaAllah pasti bisa” terang Amin, yang juga pengusaha konveksi ini.

Ia menambahkan, kurikulum Tunas Athfal telah dirancang lengkap dengan Syarat Kenaikan Tingkat (SKT) dan pedoman karakter, tinggal menunggu penyempurnaan Capaian Pembelajaran (CP).

AIK Terintegrasi, Siap Cocokkan Lahan Dakwah

Bunda Endang anggota tim penyusun kurikulum Tunas Athfal juga menambahkan bahwa pembelajaran Tunas Athfal bersifat kokurikuler dan terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Respons positif datang dari Sekretaris PWA Jatim, Nur Mukarromah. Ia menyatakan gembira atas kehadiran Kwarwil HW.

“Terima kasih kehadiran dan penjelasan dari jajaran Kwarwil HW dengan begini kami jadi tahu arah sinergi yang bisa kita bangun bersama, baik untuk pendidikan karakter kepanduan Tunas Athfal maupun pemanfaatan lahan di sekitar Pusdiklat HW di Pasuruan,” ujarnya.

Senada, Siti Dalilah Candrawati menyambut baik gagasan pembentukan tim tiga pilar untuk merampungkan kurikulum Tunas Athfal setelah Capaian Pembelajaran terbaru diterbitkan.

Kado dan Gaya HW

Menjelang akhir pertemuan, Ramanda Amin menyerahkan kacu leher HW sebagai cendera mata simbol sinergi antar organisasi otonom (Ortom). Kacu tersebut diberikan Ketua Kwarwil HW kepada Ketua PWA Jatim.

Suasana ditutup ceria dengan tepuk HW dipandu Ramanda Amin, dan sesi foto bersama dengan gaya khas Hizbul Wathan.

Insya Allah ini bukan pertemuan terakhir, tapi awal dari langkah besar bersama,” imbuh Ramanda Fathurrahim Syuhadi selepas foto bersama sembari berpamitan.(*)

Penulis Aminulloh Fatkhur Roziqi Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu