SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dengan apel. Apel yang diikuti seluruh siswa, guru, dan karyawan ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu, dibacakan oleh Sayyida Kanza Nur Nafisah (5-B), Selasa (25/11/2025).
Lantunan surat Al-Isra’ ayat 80-83 mengalun membahana, memecah kesunyian halaman sekolah. Semua peserta mendengarkan dengan khidmat, sementara pelantun yang telah mencapai tingkat turjuman, memukau seluruh peserta apel dengan lafaz yang fasih dan indah.
Sebelumnya, halaman sekolah telah disterilkan sejak pagi untuk pelaksanaan apel, sementara persiapan para petugas telah dilakukan beberapa hari sebelumnya.
“InsyaAllah, para petugas apel telah kami siapkan beberapa hari sebelumnya,” ujar Kepala Urusan Kesiswaan SD Musix, Hidayatun Nikmah, S.Ag., M.Pd., sebelum apel dimulai.
Petugas apel antara lain Muhammad Zidan Al Makkah sebagai pemimpin apel, Fatharian Zayn Arrafif sebagai pemimpin regu paling kanan, Qathan Al Ghaniy dan Michelle Alesha Hermawan sebagai pemimpin regu, serta Yasmin Nahilah Sidqiyah Rabbani sebagai pembawa acara.
Para siswa ditempatkan menurut kelompok kelas, membentuk barisan huruf “U”. Kelas satu dan dua menghadap utara, kelas tiga dan empat menghadap barat sedangkan kelas lima dan enam menghadap selatan.
“Pemimpin barisan memasuki lapangan apel,” seru Yasmin sebagai protokol.
Setelah para pemimpin regu menyiapkan barisan, pemimpin apel memasuki lapangan. Pemimpin regu paling kanan kemudian memimpin penghormatan kepada pemimpin apel.
Seluruh peserta mengikuti apel dengan penuh semangat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian Sang Surya, dan ditutup dengan Mars SD Musix.
Kepala SD Musix, Munahar, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa berkat para guru, kita bisa membaca dan menulis.
“Anak-anakku sekalian, bayangkan apa jadinya jika dunia ini tanpa guru? Mungkin kita tidak akan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Tanpa guru, kita akan tersesat dalam kegelapan moral,” tuturnya.
Sambil mengepalkan tangannya, ia mengajak seluruh peserta, “Mari kita serukan bersama, Selamat Hari Guru Nasional!.”
Munahar menegaskan bahwa guru di sekolah bukan hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pengganti orang tua. Ia berharap para guru senantiasa mencontohkan akhlak karimah.
Apel peringatan Hari Guru diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada siswa yang berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik, sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan semangat belajar mereka. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments