Suasana ruang kelas 2 Limas, Kubus, dan Prisma di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik tampak berbeda dari biasanya. Meja-meja ditata sedemikian rupa, memamerkan puluhan karya kreatif hasil jerih payah siswa selama dua pekan terakhir. Pada (8-10/12/2025), sebanyak 90 siswa kelas 2 mengikuti agenda tahunan yang dinanti-nanti: Student Laboratory Conference (SLC).
Kegiatan ini merupakan ajang bagi siswa untuk mempresentasikan proyek dari berbagai mata pelajaran di hadapan orang tua, guru, dan teman sekelas.
Sebelum pelaksanaan SLC, para siswa telah melewati proses panjang. Selama dua pekan, mereka tekun menyelesaikan proyek dari berbagai mata pelajaran, mulai dari proyek STEM sebelumnya hingga seni. Tak berhenti di situ, mereka juga mendapatkan bimbingan khusus dari ustadz dan ustadzah selama satu pekan untuk melatih kemampuan presentasi.
“Tujuannya bukan sekadar pamer karya, tapi melatih kemampuan komunikasi dan membangun kepercayaan diri siswa untuk tampil di depan umum,” ujar ketua jenjang kelas 2 ustadzah Prima Ari Rosyida.

Setiap sudut kelas penuh dengan inovasi siswa. Beberapa proyek unggulan yang menarik perhatian antara lain:
- Proyek STEM: Cerita bergambar menjaga lingkungan (Bahasa Indonesia), kreasi tas lukis (Seni Rupa), poster lingkungan (PJOK & Al-Islam).
- Sains dan Matematika: Miniatur habitat dari kardus (Science Cambridge) dan alat peraga Fraction Board Intelligent (FBI) untuk belajar pecahan.
- Bahasa dan Budaya: Balon udara angka (Bahasa Arab), kartu hewan (Bahasa Jawa), serta miniatur jam untuk menceritakan rutinitas harian (English Cambridge).
- Teknologi dan Seni: Desain tas STEM menggunakan aplikasi Paint (Komputer) hingga praktik pianika dengan iringan musik.
Momen Kedekatan Orang Tua dan Anak
Dalam durasi 15 menit, setiap siswa diberikan panggung untuk menjelaskan proyek pilihan mereka. Menariknya, bagi siswa kelas International Class Program (ICP), presentasi dilakukan sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris, sementara kelas reguler menggunakan Bahasa Indonesia yang fasih. Kegiatan ini berlangsung tertib dengan pembagian jadwal 10 siswa per hari di setiap kelasnya. Hal ini memastikan setiap anak mendapatkan perhatian penuh dan suasana diskusi yang kondusif.
Kehadiran orang tua memberikan warna tersendiri. Ayah dan ibu yang hadir tidak hanya menonton, tetapi juga memberikan pertanyaan kritis serta masukan konstruktif bagi perkembangan anak-anak mereka.Salah satu wali murid dari kelas 2 Prisma menyampaikan “Alhamdulillah, bangga sekali melihat hasil karya dan keberanian anak-anak di SLC tahun ini. Terlihat sekali kerja keras mereka selama membuat dan menyelesaikan proyek hingga latihan presentasi. Program ini sangat bagus karena melibatkan orang tua secara langsung dalam proses belajar anak.
Setelah sesi presentasi, siswa berperan sebagai “pemandu wisata” bagi orang tua mereka. Sambil berkeliling susunan meja melingkar, siswa menjelaskan detail proyek-proyek lain yang telah mereka buat selama satu semester ini.
“SLC tahun ini seru!! aku bisa memainkan pianika dengan lancar. Aku sangat suka bermain musik jadi aku memilih seni musik untuk SLC semester 1 ini. Ternyata kalau kita sudah latihan, tampil di depan teman-teman itu tidak menakutkan, malah sangat menyenangkan!” ujar Sarah dari kelas 2 Prisma.
Melalui SLC 2025 ini, SD Muhammadiyah Manyar kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berani bereksplorasi dan cakap dalam berkomunikasi.





0 Tanggapan
Empty Comments