Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Latihan Tali Temali dan Tandu Darurat, Wujudkan Kader HW Sigap dan Terampil

Iklan Landscape Smamda
Latihan Tali Temali dan Tandu Darurat, Wujudkan Kader HW Sigap dan Terampil
Foto bersama peserta dengan hasil pembuatan tandu. (M.Arief Andriansyah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) dan Mabit SMP Muhammadiyah 22 Mantup yang digelar pada Jumat-Sabtu (26-27/9/2025), menghadirkan beragam materi menarik dan penuh makna.

Salah satunya adalah materi ke-4 yang disampaikan oleh Wakil Ketua Kwarda Hizbul Wathan (HW) Lamongan bidang Literasi dan Pustaka, Ramanda M. Arief Andriansyah.

Materi tersebut berlangsung pada Jumat sore pukul 15.30 hingga 17.00 WIB di halaman sekolah SMP Muhammadiyah 22 Mantup.

Dalam penyampaiannya, Ramanda Arief membahas tali temali dan praktik pembuatan tandu darurat menggunakan dua tongkat dan tali pandu.

Menurut beliau, tali temali merupakan keterampilan dasar dalam kepanduan yang wajib dikuasai setiap pandu HW.

“Tali temali adalah keterampilan menggunakan tali untuk membuat simpul, ikatan, dan anyaman yang berfungsi dalam berbagai kegiatan kepanduan. Di Hizbul Wathan, keterampilan ini sangat penting karena digunakan untuk mendirikan tenda, membuat rak, menara, jembatan darurat, hingga tandu untuk pertolongan pertama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ramanda Arief juga menekankan berbagai manfaat tali temali dalam kepanduan HW. Selain melatih keterampilan praktis, tali temali juga membangun disiplin, ketelitian, kerja sama regu, serta kemandirian dalam menghadapi keadaan darurat.

Keterampilan ini juga mengasah kreativitas dan kepemimpinan, sebab pandu HW dilatih mencari solusi kreatif dengan peralatan sederhana.

Usai menyampaikan teori, Ramanda Arief mengajak seluruh peserta Perjusa untuk mempraktikkan pembuatan tandu darurat. Dengan antusias, para siswa menggunakan tongkat pandu dan tali untuk merangkai tandu sederhana.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Meski hasil awal belum sempurna, peserta tetap semangat memperbaiki ikatan tali agar tandu bisa berfungsi dengan baik. “Yang terpenting bukan hanya hasil, tetapi pengalaman dan kerja sama yang kalian bangun,” ungkap Ramanda Arief memotivasi.

Tidak hanya keterampilan teknis, materi ini juga sarat dengan nilai pendidikan HW. Pembuatan tandu darurat mengajarkan kepedulian dan tolong-menolong karena tandu digunakan untuk menolong teman yang sakit atau cedera.

Selain itu, keterampilan nyata dari penerapan tali temali, kerja sama tim dalam membuat serta membawa korban, dan latihan kesiapsiagaan menjadi bagian penting yang harus ditanamkan pada kader HW.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari para peserta yang merasa lebih percaya diri dan terlatih menghadapi situasi darurat.

Dengan semangat yang terus berkobar, para pandu HW SMP Muhammadiyah 22 Mantup membuktikan bahwa mereka siap menjadi generasi tanggap, terampil, dan berakhlak.

Melalui pembelajaran tali temali dan pembuatan tandu darurat, Perjusa SMP Muhammadiyah 22 Mantup tahun ini tidak hanya menjadi ajang berkemah, tetapi juga sarana menempa jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta kepedulian sosial sesuai dengan nilai-nilai HW.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡