Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) wilayah AG Raya mengadakan pertemuan penting di Tulungagung, tepatnya di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung, Sabtu (21/8/2025).
Acara ini dikemas dalam bentuk Coaching Clinic yang menghadirkan jajaran pimpinan Lazismu Jawa Timur. Suasana pertemuan berlangsung hangat, penuh antusiasme, dan diwarnai diskusi intens terkait problematika yang dihadapi Lazismu daerah.
Pertemuan dipandu oleh moderator Hendra Pornama. Ia membuka kegiatan dengan semangat kebersamaan bahwa Lazismu daerah harus terus bersinergi, saling menguatkan, dan mencari solusi bersama atas dinamika pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lapangan.
Hadirkan Tiga Pemateri Lazismu Jatim
Dalam kesempatan ini, Lazismu Jawa Timur menghadirkan tiga narasumber utama.
Pertama, Aditio Yudhono, Manajer Program Lazismu Jatim, yang memaparkan pentingnya inovasi program dan keberlanjutan manfaat bagi penerima zakat.
“Lazismu tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi juga menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Itu membutuhkan desain program yang kuat, berbasis data, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” jelasnya.
Kedua, Agus Lukman, Manajer Area Lazismu Jatim, yang menekankan pentingnya tata kelola dan sinergi antardaerah. Menurutnya, Lazismu harus hadir tidak sekadar sebagai pengumpul dana, tetapi juga sebagai penggerak kolaborasi dakwah dan pemberdayaan.
“Lazismu di tiap daerah punya potensi besar. Namun kalau jalan sendiri-sendiri hasilnya tidak maksimal. Sinergi ini yang kita perkuat agar ke depan Lazismu bisa lebih kokoh dan memberi dampak lebih luas,” ujarnya.
Ketiga, Rosi, Manajer Fundraising Lazismu Jatim, yang membagikan kiat-kiat penggalangan dana kreatif. Ia menekankan perlunya pendekatan yang segar dan sesuai dengan tren masyarakat saat ini.
“Donatur harus dilibatkan, diajak merasakan dampak nyata dari kontribusi mereka. Dengan begitu, loyalitas mereka akan tumbuh dan keberlanjutan pendanaan program terjaga,” paparnya.
Antusiasme Lazismu Daerah
Para peserta dari berbagai daerah yang tergabung dalam Lazismu AG Raya tampak antusias. Mereka saling melempar pertanyaan, mengutarakan pengalaman lapangan, hingga mengkritisi hal-hal teknis yang selama ini menjadi kendala.
Diskusi berlangsung hidup. Beberapa pertanyaan muncul seputar penguatan SDM, transparansi laporan, strategi digital fundraising, hingga cara menjaga kepercayaan publik di tengah tantangan zaman.
Salah satu peserta mengungkapkan,
“Kami sering menemui kendala di lapangan terkait pemetaan mustahik dan keterbatasan SDM. Harapannya, dengan forum seperti ini, kami mendapatkan arahan langsung sekaligus inspirasi dari Lazismu Jawa Timur.”
Para narasumber menjawab pertanyaan dengan lugas dan aplikatif. Bahkan, beberapa kali diskusi berkembang menjadi sesi berbagi praktik baik antardaerah.
Hal ini memperlihatkan bahwa Lazismu tidak hanya belajar dari atas ke bawah, tetapi juga antarsesama penggerak di tingkat daerah.
Forum Penguatan Bersama

Moderator Hendra Pornama menegaskan kembali bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan forum penguatan.
“Coaching Clinic ini kita adakan untuk benar-benar membantu daerah menyelesaikan masalah, menemukan solusi, dan melahirkan terobosan. Kita ingin Lazismu semakin solid dan profesional,” tegasnya.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat para peserta sepakat untuk menindaklanjuti diskusi dengan aksi nyata di daerah masing-masing.
Beberapa gagasan kolaborasi regional pun mulai mencuat, seperti pelatihan fundraising bersama, sinergi program pemberdayaan, hingga rencana membangun pusat data mustahik berbasis digital.
Harapan ke Depan
Pertemuan yang berlangsung di jalur strategis JLS Tulungagung ini meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Selain mendapat ilmu dan motivasi, mereka juga merasakan semangat persaudaraan yang menguat.
“Semoga kegiatan ini bisa rutin digelar. Kami merasa sangat terbantu. Kadang masalah yang kami alami di daerah ternyata juga dialami oleh Lazismu lain, dan di forum ini kita bisa saling berbagi solusi,” ujar salah satu peserta.
Lazismu Jawa Timur melalui Aditio Yudhono menegaskan pihaknya akan terus mendampingi Lazismu daerah.
“Kami ingin Lazismu AG Raya bisa menjadi model pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan berdampak luas. Semua ini hanya bisa tercapai bila kita berjalan bersama,” ujarnya menutup.
Dengan semangat Coaching Clinic ini, Lazismu AG Raya diharapkan semakin solid dalam mengelola dana umat, sehingga manfaat zakat, infak, dan sedekah semakin terasa bagi masyarakat luas.






0 Tanggapan
Empty Comments