Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lazismu Beri Bantuan Tambahan Modal kepada Alumni dan Kader IMM

Iklan Landscape Smamda
Lazismu Beri Bantuan Tambahan Modal kepada Alumni dan Kader IMM
Semarak Musyda II Fokal IMM Kediri Raya (Nico Perlambang Agung/PWMU.CO)
pwmu.co -

Semarak Musyda II Fokal IMM Kediri Raya, Sabtu (23/8/2025) benar-benar tidak bisa lepas dari Tri Kompetensi Dasar IMM: religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Prinsip humanitas diwujudkan dalam bentuk kegiatan pemberian modal kepada alumni dan kader IMM oleh Lazismu Kota Kediri.

Anjar Setianto, Ketua Fokal IMM Kediri Raya, sangat berterima kasih kepada Lazismu Kota Kediri.

“Melalui telepon saya sampaikan permohonan kepada Lazismu Kota Kediri dan alhamdulillah ditindaklanjuti tentunya setelah proses survei. Terima kasih banyak Lazismu,” tuturnya.

Nur Achmad Syaifuddin, Ketua Lazismu Kota Kediri, berharap bantuan ini semakin menambah semangat untuk ber-Muhammadiyah.

“Mungkin tidak banyak bantuan yang bisa kami berikan. Tapi setidaknya mereka lebih semangat dalam ber-Muhammadiyah. InsyaAllah menghidupi Muhammadiyah, maka Allah pun akan memberikan jalan yang tidak disangka-sangka. Tokoh-tokoh muda yang hadir di kegiatan ini sudah menjadi buktinya,” jelasnya.

Adapun kegiatan launching buku LHKP dan Musyda II Fokal IMM Kediri Raya ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowim, Wakil Ketua PW Fokal IMM Jatim A Shiddiq Notonegoro, Wakil Ketua PDM Kota Kediri Nyoto Pujiadi, serta Wakil Ketua PDM Kabupaten Kediri Yanuar Prakash.

Mengenal Penerima Manfaat Bantuan

Penerima pertama yaitu Wasis, warga asli Kalinanas, daerah dataran tinggi di Kabupaten Kediri. Pria yang juga mantan Sekretaris Umum PC IMM Kediri 2010–2011 ini sekarang berjualan pentol keliling dan merawat masjid di desanya.

Alumni STIT Muhammadiyah Kediri ini sempat tinggal di Kota Kediri dan bahkan ditawari pekerjaan menjadi guru setelah lulus. Namun, ketika ibunya wafat dan kesehatan ayahnya memburuk, ia akhirnya memilih pulang ke Kalinanas untuk menemani sang ayah.

Khabib Mulya Ajiwidodo, rekan seangkatan Wasis di IMM Kediri, memiliki kesan mendalam.

“Dulu ketika kita mengadakan kegiatan dan Wasis belum datang rasanya tidak afdol. Kehadirannya memberikan ketenangan,” jelasnya.

Kesaksian serupa juga diberikan M. Bahrul Ulum, teman sekelas ketika kuliah.

“Saya masih ingat pada tahun 2011 kita mengadakan DAD. Saat itu hujan deras, namun sayup-sayup terdengar suara kayuhan sepeda jengkinya. Ternyata dia datang menerobos hujan demi kegiatan DAD,” ucapnya.

Penerima manfaat kedua adalah Syamsudin, mahasiswa baru STIT Muhammadiyah Kediri sekaligus kader IMM Komisariat Salman al-Farizi. Pria asli Ngancar itu mengaku terlambat kuliah karena harus lebih memilih bekerja.

Kesadaran untuk kuliah akhirnya muncul dan ia memilih melanjutkan studi di STIT Muhammadiyah. Kini, Syamsudin kuliah sambil menjadi tukang pijat.

Ardian Cahya Irawan, alumni IMM Tulungagung yang ternyata teman SMK-nya, memuji semangat Syamsudin.

“InsyaAllah pengorbanan, ketelatenan, dan dedikasinya akan membuahkan hasil. Kuliahnya boleh terlambat, namun keberhasilannya akan datang berlipat-lipat,” ungkapnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu