Lazismu Wilayah Jawa Timur bekerja sama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur untuk menyalurkan bibit durian unggul kepada masyarakat Kabupaten Sampang, Madura. Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan.
Penyaluran bibit durian secara simbolis diserahterimakan Lazismu kepada Profesor Nazaruddin Malik, Pimpiman Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang sekaligus membidangi Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Jawa Timur. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Bendahara Umum PWM Jatim, drh. Zainul Muslimin, Wakil Ketua PWM Bidang Kesejahteraan Sosial dan Pembinaan AMM, Muh. Khoirul Abduh, S.Ag., M.Si., dan Ketua MPM Jatim serta Sekretaris Lazismu Jatim.
Rencananya penanaman bibit durian unggul tersebut dilakukan di Kecamatan Karang Penang, dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai penerima manfaat sekaligus pelaku utama penanaman. Bibit yang dibagikan telah melalui proses seleksi sehingga memiliki kualitas baik, daya tumbuh tinggi, dan potensi produksi jangka panjang.
Drh. Zainul Muslimin menyampaikan ternyata di Madura durian dapat tumbuh dengan baik, oleh karena itu program ini dirancang tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga sebagai investasi sosial jangka panjang bagi masyarakat. “Kami ingin zakat, infak, dan sedekah tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi menjadi pohon ekonomi yang tumbuh, berbuah, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Prof. Nazaruddin, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus sebagai salah satu PWM Jawa Timur menekankan pentingnya integrasi program lingkungan dengan penguatan ekonomi rakyat. Penanaman durian dipandang sebagai langkah strategis karena selain memperbaiki kualitas lingkungan, juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga di masa depan.
Sementara itu, Ketua MPM menyambut baik kolaborasi lintas unsur persyarikatan ini. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sejak proses penanaman hingga perawatan menjadi kunci keberhasilan program.
“Ini bukan sekadar bagi-bagi bibit, tetapi membangun kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan sekaligus menyiapkan sumber penghidupan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dari sisi lingkungan, penanaman durian diharapkan mampu mendukung penghijauan lahan, meningkatkan daya serap air, serta memperbaiki kualitas ekosistem lokal. Dari sisi ekonomi, durian menjadi komoditas unggulan yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan jangka panjang masyarakat Sampang.
Ke depan, Lazismu Jawa Timur bersama MPM berkomitmen untuk melanjutkan program ini dengan pendampingan berkelanjutan, termasuk edukasi pertanian ramah lingkungan dan penguatan jejaring pemasaran. Dengan pendekatan ini, pemberdayaan berbasis lingkungan diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus kelestarian alam.





0 Tanggapan
Empty Comments