Dalam semangat Ramadan yang penuh keberkahan, Lazismu Jember membuka stand Galeri Produk Mitra Bankziska pada kegiatan Kajian Ramadan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jember pada 21–(22/2/2026). Kehadiran stand ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah antusiasme peserta kajian yang datang dari berbagai daerah.
Sejak hari pertama pelaksanaan kajian, stand Bankziska sudah ramai dikunjungi. Produk-produk unggulan oleh-oleh khas mitra binaan dipajang dengan menarik, mulai dari bolen pisang cokelat, prol tape, suwar-suwir, kue kacang, hingga kripik singkong panggang.
Antusiasme pengunjung begitu tinggi. Bahkan, bolen pisang cokelat dan prol tape langsung ludes terjual di hari pertama. Tidak kalah diminati, suwar-suwir kemasan 1 kilogram juga habis terjual pada hari kedua. Hal ini menunjukkan bahwa produk mitra Bankziska mampu bersaing dan diterima dengan sangat baik oleh pasar Muhammadiyah.
Koordinator Bankziska, Resna Bagus, menjelaskan bahwa kehadiran stand ini bukan sekadar aktivitas penjualan produk. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari komitmen Bankziska dalam memperkuat peran mitra di berbagai kegiatan ke-Muhammadiyahan.
“Stand ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan mitra binaan dalam setiap momentum strategis Muhammadiyah. Tidak hanya di Kajian Ramadan PWM Jawa Timur ini, tetapi juga dalam setiap Pengajian Ahad Pagi PDM Jember kami selalu mengundang mereka untuk meramaikan,” ujarnya.
Membangun Ekonomi Tanpa Riba
Bankziska, yang dikenal dengan tagline “Membangun Ekonomi Tanpa Riba”, tidak hanya memberikan akses pembiayaan modal usaha. Lebih dari itu, Bankziska juga membuka peluang pasar baru agar mitra memiliki akses penjualan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Konsep pemberdayaan yang diusung Bankziska selaras dengan visi besar Lazismu, yakni mengangkat ekonomi mustahik agar kelak mampu menjadi muzaki. Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan modal, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan fasilitasi akses pasar.
Melalui partisipasi dalam event besar seperti Kajian Ramadan PWM Jawa Timur, para mitra merasakan langsung dampak promosi dan peningkatan omzet. Produk-produk lokal yang sebelumnya hanya beredar di lingkup terbatas kini dapat dikenal lebih luas oleh warga Muhammadiyah dari berbagai daerah.
Keberhasilan produk seperti bolen pisang cokelat dan suwar-suwir yang ludes terjual menjadi indikator bahwa kualitas produk mitra sudah siap bersaing. Dengan dukungan berkelanjutan, bukan tidak mungkin para pelaku usaha ini akan naik kelas dan semakin mandiri secara ekonomi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan ekonomi berbasis syariah dan pemberdayaan umat. Lazismu Jember melalui Bankziska terus berupaya menghadirkan solusi ekonomi tanpa riba yang berdampak langsung bagi masyarakat kecil.
Dengan kolaborasi yang kuat antara Lazismu, Muhammadiyah, dan para mitra usaha, diharapkan semakin banyak mustahik yang bangkit, berkembang, dan pada akhirnya menjadi muzaki.
Mari terus dukung kegiatan-kegiatan Lazismu dan Bankziska. Setiap dukungan, setiap transaksi, dan setiap partisipasi adalah bagian dari ikhtiar besar membangun kemandirian ekonomi umat. Bersama, kita wujudkan ekonomi yang berkeadilan dan bebas riba untuk masa depan yang lebih sejahtera. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments