Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Akademi Da’i Digital Muhammadiyah, Sabtu-Ahad (30–31/8/2025) di Gedung BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, terdiri dari kader Muhammadiyah maupun pengurus LDK yang diproyeksikan menjadi da’i digital.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin SAg MAg, menjelaskan bahwa dakwah merupakan aspek utama perjuangan Muhammadiyah. Namun, tantangan dakwah di era digital semakin kompleks.
“Jika Muhammadiyah tidak beradaptasi, maka akan tertinggal dalam menyampaikan pesan Islam berkemajuan kepada generasi digital yang lebih akrab dengan teknologi,” tegasnya.
Menurutnya, Muhammadiyah sudah memanfaatkan kanal digital seperti YouTube, website, dan media sosial. Namun pengelolaannya masih terkendala manajemen dan SDM. Karena itu, peningkatan kecakapan digital para da’i menjadi sangat mendesak.
“Teknologi digital adalah alat potensial untuk mendukung dakwah Muhammadiyah. Tidak boleh ada kesenjangan, sebab jika problem ini tidak terpecahkan, Muhammadiyah bisa kehilangan peran dakwahnya,” ujarnya.
Materi Akademi
Akademi Da’i Digital Muhammadiyah menghadirkan narasumber dari LDK PP Muhammadiyah, Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, praktisi media digital, serta akademisi. Adapun materi yang diberikan antara lain:
Satu, Manajemen Konten Media Digital dan Strategi Distribusi. Dua, Search Engine Optimization (SEO). Tiga, Literasi Digital dan Digital Safety. Empat, Teknik Menulis serta Produksi Video Konten Dakwah. Lima, Pengelolaan Media Sosial.
Sementara Ketua Panitia, Aksar Wiyono SThI SPd MPdI, menjelaskan tujuan akademi ini adalah:
Pertama, Meningkatkan jangkauan dakwah di dunia digital. Kedua, Membangun kesadaran keterlibatan da’i di ruang digital. Ketiga, Meningkatkan kompetensi digital para mubaligh. Keempat, Merumuskan model gerakan dakwah berbasis digital.
Bentuk kegiatan mencakup pelatihan pembuatan konten dakwah, penguatan infrastruktur digital, kolaborasi dengan pakar IT dan kreator konten, literasi digital bagi mubaligh dan jamaah, optimalisasi platform dakwah, serta praktik dan diskusi.
“Harapannya, para peserta pulang dengan bekal keterampilan nyata dalam berdakwah melalui media digital, sekaligus menjadi pionir gerakan dakwah berkemajuan Muhammadiyah di dunia maya,” ujar Aksar.
Berikut susunan acara Akademi Da’i Digital Muhammadiyah LDK PP Muhammadiyah







0 Tanggapan
Empty Comments