Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan silaturahim ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Rabu (12/11/2025), di Kantor Sekretariat PWM Jateng, Semarang.
Pertemuan ini digelar dalam rangka mematangkan rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II LDK PP Muhammadiyah yang akan diselenggarakan pada 29–31 Januari 2026 di Kota Semarang.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWM Jawa Tengah atas kesediaannya menjadi tuan rumah Rakornas II.
“Kami berharap Rakornas II nanti menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dakwah komunitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” ujar Arifin.
Pimpinan PWM Jateng menyambut hangat kehadiran rombongan LDK PP Muhammadiyah dan menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan agenda nasional tersebut. Mereka menegaskan bahwa Jawa Tengah siap menjadi pusat pertemuan para dai komunitas Muhammadiyah dari berbagai wilayah yang memiliki semangat dakwah pencerahan dan pemberdayaan masyarakat.
Rakornas II ini direncanakan akan dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.
Agenda Rakornas mengusung semangat memperkuat dakwah berbasis komunitas yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mempercepat digitalisasi dakwah melalui SIDAKMU (Sistem Informasi Dakwah Komunitas Muhammadiyah), serta menghadirkan Penganugerahan Insan Dakwah untuk Indonesia sebagai bentuk apresiasi bagi para penggerak dakwah komunitas inspiratif.
Akselerasi Dakwah Terpadu
Dalam keterangannya, Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin menegaskan pentingnya percepatan gerakan dakwah yang terintegrasi dan responsif terhadap tantangan zaman.
“Saat ini kita memasuki fase baru dakwah Muhammadiyah. Dakwah tidak cukup hanya berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus terpadu, terukur, dan terhubung dalam satu sistem informasi nasional,” jelasnya.
“Melalui Rakornas II nanti, kita ingin menghadirkan akselerasi dakwah Muhammadiyah terpadu — yang menghubungkan para dai komunitas, lembaga dakwah wilayah, dan pusat dalam satu gerak langkah yang selaras,” imbuhnya.
Ia menekankan bahwa dakwah komunitas Muhammadiyah harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik di perkotaan, komunitas profesi, maupun di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal).
“Muhammadiyah harus hadir di semua ruang kehidupan, dengan dakwah yang menggembirakan, memberdayakan, dan meneguhkan nilai Islam berkemajuan,” tegas Arifin.
Menurutnya, Rakornas II di Semarang akan menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem dakwah komunitas Muhammadiyah yang modern, kolaboratif, dan berbasis data.
“Inilah saatnya kita wujudkan dakwah yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga terukur dan berdampak. Akselerasi dakwah terpadu ini adalah kunci untuk menjawab tantangan zaman dan menggerakkan perubahan sosial dari akar rumput,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments