Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

LDKK Smamda Bentuk Kader Pemimpin Muda Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
LDKK Smamda Bentuk Kader Pemimpin Muda Muhammadiyah
Dr. Moh. Mudzakkir, S.Sos., M.A., Ph.D, dosen Prodi Sosiologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sekaligus Wakil Sekretaris PWM Jawa Timur., membagikan buku karyanya sebagai apresiasi untuk peserta teraktif (Foto: Arief Hanafi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak lebih dari 200 siswa SMA Muhammadiyah 2 (Smamda Sidoarjo) calon pengurus tiga Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, yakni Hizbul Wathan (HW), Tapak Suci (TS), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Kader (LDKK).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (27–28/9/2025), bertempat di Hotel PCP Trawas, Mojokerto.

LDKK tahun ini dirancang sebagai ajang pembinaan sekaligus penguatan kapasitas kepemimpinan bagi para pelajar yang kelak akan menjadi pengurus organisasi di sekolah.

Tidak hanya diisi dengan kegiatan indoor berupa diskusi, materi, dan simulasi kepemimpinan, para peserta juga mendapat kesempatan memperkuat ikatan persaudaraan antarortom melalui berbagai kegiatan kelompok.

Salah satu sesi materi yang paling ditunggu diisi oleh Dr. Moh. Mudzakkir S.Sos M.A Ph.D dosen Prodi Sosiologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sekaligus Wakil Sekretaris PWM Jawa Timur. Ia menyampaikan materi bertajuk Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Kepemimpinan Kaum Muda.

Dalam paparannya, Mudzakkir menekankan peran strategis pemuda dalam sejarah bangsa Indonesia. Ia mencontohkan peristiwa Kongres Pemuda I yang belum berhasil menyatukan visi, kemudian berlanjut pada Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda 1928 sebagai tonggak persatuan bangsa.

“Sejarah bangsa ini tidak lepas dari kaum muda. Tanpa peran mereka, kita tidak akan mengenal semangat persatuan sebagaimana yang kita rasakan saat ini,” ujarnya.

Mudzakkir juga menegaskan pentingnya budaya literasi bagi para pelajar. Ia menuturkan kisah Mohammad Hatta, salah satu proklamator, yang sejak muda memiliki kegemaran membaca.

“Bung Hatta ketika selesai studi di Belanda, pulang dengan membawa ratusan buku yang ia kumpulkan. Itu menjadi bekal intelektualnya dalam perjuangan. Pemuda hari ini seharusnya meneladani kegemaran membaca dari para pendiri bangsa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan pelajar tidak hanya sebatas memegang jabatan organisasi. Kepemimpinan, kata Mudzakkir, adalah tentang kemampuan memberi teladan positif, menumbuhkan empati, serta berani mengambil keputusan.

“Pemimpin muda harus punya visi masa depan, integritas, dan semangat untuk memajukan bangsa. Visi itu harus sejalan dengan semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap para peserta LDKK mampu menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan yang berlandaskan spiritualitas, kebangsaan, dan tanggung jawab sosial.

Dengan begitu, para kader muda Muhammadiyah dapat tampil sebagai pemimpin yang membawa perubahan positif, baik di sekolah maupun di masyarakat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu