Pergantian kepemimpinan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika organisasi di lingkungan sekolah. Estafet kepemimpinan; baik pimpinan, pengurus, maupun anggota memang berlangsung dalam masa yang relatif singkat. Namun justru di situlah letak tantangan sekaligus proses pembelajaran yang berharga.
Pada masa transisi inilah kader-kader Muhammadiyah mulai ditempa. Mereka belajar memahami perencanaan program, musyawarah, tata kelola organisasi, surat-menyurat resmi, hingga mekanisme delegasi dan permohonan secara formal. Semua itu menjadi bekal awal pembelajaran kepemimpinan dalam lingkup organisasi sekolah.
Hal tersebut juga terjadi di SMP Muhammadiyah 1 Babat. Proses periodisasi kepemimpinan secara rutin mewarnai perjalanan organisasi pelajar, baik Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) maupun Dewan Kerja Pasukan (DKP). Sebagai bentuk penguatan kaderisasi, IPM dan DKP SMP Muhammadiyah 1 Babat menggelar Leadership Camp yang ditujukan bagi para kader dan calon pemimpin masa depan.
Program Leadership Camp ini menjadi ruang pembelajaran awal bagi para siswa untuk menyiapkan diri sebagai pemimpin, dimulai dari lingkungan sekolah, yang kelak menjadi bekal berkiprah di tengah masyarakat.
Dalam sambutan penutupan, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Babat, M. Sande Ariawan, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh makna.
“Alhamdulillah, selama dua hari satu malam, Jumat–Sabtu (2–3 Januari 2026), kalian telah mengikuti Leadership Camp dengan penuh kegembiraan, semangat, serta memperoleh ilmu dan pengalaman yang luar biasa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan sekolah dan organisasi. Menurutnya, Leadership Camp tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi perlu berkelanjutan agar siswa mampu mengukur dan mengembangkan potensi kepemimpinannya.
“Sejauh mana literasi dan nilai kepemimpinan yang kalian pelajari dapat tersalurkan, itu yang harus terus dievaluasi. Sebagai pelajar yang aktif berorganisasi, kalian harus siap sibuk dalam kebaikan. Sibukkan diri dengan dakwah pelajar yang kreatif dan inovatif,” pesannya.
Lebih lanjut, pihak sekolah akan terus memantau perkembangan para peserta Leadership Camp. Pasalnya, mereka merupakan siswa-siswa terpilih yang akan mengemban amanah menjalankan roda organisasi selama kurang lebih satu tahun ke depan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi. IPM diharapkan mampu menghadirkan kegiatan-kegiatan inovatif dan edukatif, sementara DKP memperkuat program-program lapangan yang melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Mari jadikan Leadership Camp ini sebagai ajang unjuk diri bahwa jiwa kepemimpinan ada dalam diri kalian masing-masing. Semoga kalian dapat tumbuh menjadi pemimpin yang amanah dan sukses bersama,” pungkasnya. (*)


0 Tanggapan
Empty Comments