Legen atau air sadapan dari pohon lontar atau siwalan menjadi suguhan minuman legit nan segar dalam acara halalbihalal Ikatan Keluarga Ponpes Al-Ishlah (IKPI) Cabang Surabaya Sidoarjo yang dihelat di rumah Ustadz Ali Shodiq Supardi Wonorejo Selatan Kecamatan Rungkut Surabaya, Jumat (10/4/2026).
Legen murni yang didatangkan dari Jumprit , perbatasan Sendangagung Sumurgayam Paciran serasa pas dengan suasana acara yang kental keakraban dan mampu menyegarkan hubungan keluarga Ponpes Al-Ishlah di kawasan Surabaya Sidoarjo.
Habib Chirzin yang memesan langsung dari pohonnya di ladang Jumprit turut bangga bisa menyajikan minuman legen berasa nostalgia ini, pasalnya setiap santri Al-Ishlah bisa dipastikan pernah mencicipi dan merasakan kenikmatan legen Jumprit yang berlokasi di sepanjang jalan utara SMPM 12 Paciran ini.
“Sengaja legen Jumprit dibawakan untuk halalbihalal di Surabaya ini dalam rangka membangkitkan kenangan saat masih mondok di Ponpes Al-Ishlah tempo dulu, ini kental akan manisnya kenangan di Al-Ishlah, dan tidak semua tempat ada legen murni yang manis menyegarkan begini,” ujar Chirzin.
Dia mengaku beli 7 botol berukuran 1,5 liter, tapi saat proses pendinginan di kulkas ternyata jatuh dan pecah tak terselamatkan, akhirnya alumnus IPB Bogor yang berdomisili di wisma Ponpes Al-Ishlah ini membawa 5 botol.
Ciri-ciri minuman tradisional legen
Legen itu minuman tradisional dari nira pohon siwalan/lontar, minuman ini memiliki ciri-ciri :
– Rasanya manis segar alami, kayak air kelapa tapi lebih legit
– Warnanya putih keruh
– Disadap langsung dari manggar bunga pohon siwalan
– Harus diminum dalam keadaan segar.
“Kalau didiamkan terlalu lama, legen bisa berubah jadi tuak karena terfermentasi dan mengandung alkohol,,” terangnya.
Nampak dari 50 peserta halalbihalal Surabaya ini menjadikan legen sebagai sasaran utama dan pertama disantap saat acara masuk ramah tamah dan makan malam, legen dipadu dengan dinginnya es batu kristal sungguh menyegarkan dan seolah mampu menurunkan temperatur kita Surabaya yang panas.
Hal itu tersebut diungkapkan oleh Nizam Burhanuddin Sholihin, warga Sidoarjo yang lulus dari MA Al-Ishlah Sendangagung 6 lalu dan kini menjadi asisten pribadi (Aspri) untuk ayahnya, Sholihin Fanani atau Wakil Ketua PWM Jawa Timur.
“Legen penambah stamina keluarga Al-Ishlah untuk terus bergerak dan berkarya di kota pahlawan ini, siapa yang pernah menenggak minuman legen dipastikan ketagihan dan akan merindukan kesegarannya,” seloroh alumnus MA Al-Ishlah tahun 2019 ini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments