Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lestarikan Budaya Daerah, Ekstrakurikuler Tari SMP Muhammadiyah 13 Kalen Tumbuhkan Kreativitas dan Karakter Siswa

Iklan Landscape Smamda
Lestarikan Budaya Daerah, Ekstrakurikuler Tari SMP Muhammadiyah 13 Kalen Tumbuhkan Kreativitas dan Karakter Siswa
Ekstrakurikuler tari smp muhamamdiyah 13 kalen (M. Arief Andriansyah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kegiatan pengembangan diri melalui ekstrakurikuler tari kembali dilaksanakan oleh SMP Muhammadiyah 13 Kalen pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Bertempat di halaman sekolah SMP Muhammadiyah 13 Kalen, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswi (siswa perempuan) sebagai bagian dari pembinaan minat dan bakat di bidang seni budaya, khususnya seni tari tradisional.

Ekstrakurikuler tari ini dibina langsung oleh Ibu Ghea Sekar Asmara, selaku pembina kegiatan. Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi teknik dasar dan gerakan Tari Boran, salah satu tarian khas daerah Lamongan yang sarat dengan nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat setempat.

 

Kegiatan pengembangan diri ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada siswa agar mampu mengekspresikan diri melalui seni, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini. Sejak awal kegiatan dimulai, para siswi tampak antusias mengikuti arahan pembina, baik dalam penyampaian materi maupun saat mempraktikkan langsung gerakan tari.

Dalam penyampaiannya, Ibu Ghea Sekar Asmara menjelaskan bahwa penguasaan teknik dasar dan gerakan Tari Boran memiliki peran penting dalam perkembangan fisik maupun mental siswa.

“Manfaat teknik dasar dan gerakan Tari Boran dalam kegiatan ekstrakurikuler tari ini sangat penting bagi perkembangan siswa. Melalui sikap tubuh, gerak tangan, langkah kaki, serta penghayatan irama, siswa dapat melatih koordinasi tubuh, kelenturan, keseimbangan, dan kepekaan rasa,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Tari Boran tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran seni, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya daerah.

“Tari Boran merupakan tarian khas Lamongan. Dengan mempelajarinya, siswa akan tumbuh rasa cinta terhadap budaya lokal, memperkuat identitas budaya, serta meningkatkan kepercayaan diri saat tampil di depan umum,” tambah Ibu Ghea.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan setiap gerakan yang dicontohkan oleh pembina. Mulai dari sikap awal, gerakan tangan yang lemah gemulai, langkah kaki yang selaras dengan irama, hingga ekspresi wajah yang mencerminkan penghayatan tari, semuanya dilatih secara bertahap dan terarah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tujuan pembelajaran teknik dasar dan gerakan Tari Boran ini adalah agar siswa mampu memahami dan mempraktikkan gerak tari secara benar, sesuai pakem, dan penuh penghayatan. Melalui proses latihan yang berkesinambungan, siswa juga dilatih untuk bersikap disiplin, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap peran masing-masing dalam sebuah penampilan tari.

Ibu Ghea Sekar Asmara menegaskan bahwa ekstrakurikuler tari menjadi wadah yang sangat penting bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat seni.

“Ekstrakurikuler tari ini bukan hanya soal bisa menari, tetapi juga tentang proses. Di dalamnya ada latihan disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Selain itu, siswa juga dilatih untuk berani tampil dan percaya diri,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Meski dilaksanakan di ruang terbuka halaman sekolah, para siswi tetap bersemangat mengikuti setiap sesi latihan. Mereka tampak aktif bertanya, memperhatikan contoh gerakan, serta mempraktikkan Tari Boran dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tari ini sangat menyenangkan karena selain mendapatkan arahan langsung dari pembina, peserta juga bisa langsung mempraktikkan gerakan tari secara bersama-sama. Hal tersebut membuat suasana latihan menjadi lebih hidup dan tidak membosankan.

Harapan dari pelaksanaan ekstrakurikuler tari dengan materi teknik dasar dan gerakan Tari Boran ini adalah lahirnya generasi muda yang terampil, berkarakter, dan berbudaya. Diharapkan siswa tidak hanya mampu menampilkan Tari Boran dengan baik, tetapi juga menjadi pelestari budaya daerah di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Ke depan, kegiatan ekstrakurikuler tari SMP Muhammadiyah 13 Kalen diharapkan mampu mengharumkan nama sekolah melalui berbagai penampilan seni, baik di tingkat sekolah, kecamatan, maupun daerah. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, seni tari tradisional diharapkan tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.

Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 13 Kalen menegaskan komitmennya dalam mengembangkan potensi siswa secara seimbang, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga nonakademik, khususnya dalam pelestarian seni dan budaya lokal. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu