SD Muhammadiyah 2 Tulangan sukses menyelenggarakan Gebyar Budaya Jawa dengan mengusung tema “Nguri-uri Dolanan Tradisional lan Tembang Dholanan” (Melestarikan Permainan dan Lagu Tradisional).
Acara yang digelar pada hari Rabu (26/11/2025) ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan siswa pada warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini menampilkan berbagai atraksi budaya oleh perwakilan murid dari kelas 1 hingga kelas 6. Mereka secara bergantian unjuk kebolehan dalam memainkan dan menyanyikan tembang-tembang Jawa.
Siswa-siswi terlihat sangat antusias mendemonstrasikan berbagai permainan masa lalu mengajarkan kembali pentingnya interaksi sosial dan kerjasama tanpa gawai. Adapun penampilan Tembang Dholanan: Penampilan lagu-lagu dolanan Jawa, menunjukkan kemampuan mereka dalam melestarikan lirik-lirik sederhana yang sarat akan makna budi pekerti.
”Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal budaya melalui teori, tetapi langsung mempraktikkan dan merasakannya. Permainan tradisional itu mengandung banyak nilai luhur yang penting bagi karakter mereka,” ujar ustadzah Yulia selaku koordinator Kurikulum SD Muda Tusida.
Puncak Acara: Guru Membawa Suasana Nostalgia dengan Ansambel
Pada puncak kemeriahan Gebyar Budaya Jawa ini ditutup dengan penampilan spesial dari para guru SD Muhammadiyah 2 Tulangan. Para pendidik ini tampil sebagai sebuah kelompok ansambel, membawakan serangkaian lagu dholanan Jawa yang sudah melegenda.
Diiringi oleh alunan musik ansambel yang harmonis, para guru menyanyikan lagu-lagu populer seperti “Kodok Ngorek”, “Kucingku Telu”, “Jaranan”, “Suwe Ora Jamu,” ” Aku Cinta SD Muda” dan Penampilan ini sukses memancing sorak sorai dan rasa bangga dari para siswa, sekaligus menjadi contoh nyata dedikasi guru dalam melestarikan budaya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk menjadikan nilai-nilai kebudayaan Jawa sebagai bagian integral dari pendidikan di SD Muhammadiyah 2 Tulangan.






0 Tanggapan
Empty Comments