Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMAs) Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Kelompok 101 Desa Kerinci Kanan Kabupaten Siak melaksanakan ziarah ke makam Sultan Syarif Kasim II, salah satu tokoh penting dalam sejarah Riau, pada Senin (24/8/2025).
Rombongan mahasiswa yang didampingi oleh pemuda Desa Kerinci Kanan ini berangkat dengan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada pahlawan daerah, tetapi juga bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap sejarah dan kebudayaan lokal.
Sultan Syarif Kasim II dikenal sebagai sultan terakhir Kerajaan Siak Sri Indrapura. Ia merupakan sosok visioner yang rela melepaskan kekuasaan demi kepentingan bangsa.
Salah satu peran pentingnya adalah menyerahkan seluruh kekayaan kerajaan kepada Republik Indonesia pada masa awal kemerdekaan. Langkah besar tersebut menjadikan beliau sebagai tokoh yang patut diteladani oleh generasi muda.
Dalam kegiatan ziarah tersebut, mahasiswa mengawali rangkaian acara dengan doa bersama di area makam, dilanjutkan dengan tabur bunga, serta diskusi singkat mengenai perjalanan hidup Sultan Syarif Kasim II.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa juga mendapat penjelasan langsung dari juru kunci makam yang memaparkan kisah perjuangan sang sultan serta kontribusinya bagi masyarakat Riau.
Salah seorang anggota kelompok, Tri Novian Adityo, mengungkapkan kesannya mengikuti kegiatan ini.
“Selain sebagai kegiatan religi, ziarah ini mengingatkan kami pada nilai perjuangan, keteladanan, dan pengabdian Sultan Syarif Kasim II kepada bangsa. Nilai-nilai itu yang ingin kami jadikan inspirasi selama menjalani KKN,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok 101, Muhammad Hafizh Zahran, menegaskan bahwa ziarah ini tidak sekadar kunjungan, melainkan bagian dari pendidikan karakter.
“KKN bukan hanya soal pengabdian di desa, tetapi juga bagaimana mahasiswa memahami sejarah, budaya, dan nilai luhur daerah tempat mereka mengabdi. Dengan begitu, pengabdian yang dilakukan menjadi lebih bermakna,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berharap dapat menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sejarah dan identitas lokal.
Selain itu, mereka juga berkomitmen menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi dalam melanjutkan pengabdian selama KKN, termasuk dengan merancang program-program yang selaras dengan nilai perjuangan tokoh daerah.
Dengan semangat melestarikan sejarah, mahasiswa KKNMAs Kelompok 101 Desa Kerinci Kanan menegaskan bahwa mengenang jasa pahlawan bukan hanya sekadar melihat masa lalu, tetapi juga menyerap pelajaran berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments