Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lewat Program Bina Karya Mandiri, HW Ajak Mahasiswa Umsida Sulap Barang Bekas Jadi Karya Bernilai Ekonomis

Iklan Landscape Smamda
Lewat Program Bina Karya Mandiri, HW Ajak Mahasiswa Umsida Sulap Barang Bekas Jadi Karya Bernilai Ekonomis
pwmu.co -
Mahasiswa PGSD Umsida saat mengolah barang bekas menjadi sebuah karya yang bernilai (Ayu Nur Roudhotul Jannah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Melalui program Bina Karya Mandiri, Gerakan Hizbul Wathan (HW) mengajak mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) untuk berinovasi dan berkreasi dengan mengolah barang bekas menjadi karya yang memiliki nilai ekonomis dan estetis, salah satunya melalui pembuatan kipas anyam dari sedotan bekas.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (14/6/2025) di Lapangan Umsida dan diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Program inovatif ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan baru, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya daur ulang.

Program ini didampingi langsung oleh Maharti yang membimbing peserta dalam membuat kerajinan kipas anyam dari sedotan bekas.

Sebelum proses pembuatan dimulai, Maharti memberikan penjelasan dan arahan mengenai keterkaitan antara program Bina Karya Mandiri dengan Gerakan Kepanduan HW.

“Bina Karya Mandiri memfasilitasi harapan generasi muda untuk berkembang dan berkiprah di kancah global. Melalui kegiatan Hizbul Wathan, mereka mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat,” ujarnya.

Melalui penjelasan yang disampaikan, dapat diketahui bahwa program Bina Karya ini dapat melatih kreativitas yang kita miliki dan menjadi bekal berharga untuk diterapkan saat mengajar.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Anak muda saat ini jarang mengkreasikan dan mengelola barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai tinggi, karena mereka menganggap barang tersebut sudah tidak dapat difungsikan kembali. Selain itu, sebagian besar generasi muda cenderung lebih menyukai hal-hal yang praktis,” imbuhnya.

Karena itu, kegiatan seperti ini jarang diangkat oleh generasi muda. Justru, kegiatan mendaur ulang sampah lebih sering dilakukan oleh ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai aktivitas sampingan yang bermanfaat untuk mengisi waktu luang.

Melalui kegiatan Bina Karya berupa pembuatan kipas anyam dari sedotan bekas, mahasiswa tampak antusias dalam mengikuti prosesnya. Setiap kelompok berinovasi dan berlomba-lomba untuk menampilkan hasil kreativitas terbaik mereka.

Program Bina Karya dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan ini menjadi wadah yang tepat untuk memfasilitasi generasi muda dalam mengembangkan kreativitas bernilai tinggi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. (*)

Penulis Ayu Nur Roudhotul Jannah Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu