Memasuki masa libur semester gasal 2025, SMP Muhammadiyah 1 Blitar mengambil langkah berbeda. Sekolah ini memutuskan untuk membebaskan seluruh siswanya dari beban tugas akademik (PR) tertulis, dan menggantinya dengan misi penguatan karakter melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Masa libur yang dimulai sejak Jumat (19/12/2025) hingga 4 Januari 2026 ini dipandang bukan sekadar jeda dari aktivitas kelas, melainkan momentum emas untuk mempraktikkan nilai-nilai positif di lingkungan keluarga.
Durasi libur berlangsung selama dua pekan, dimulai setelah pembagian rapor (19/12) hingga kembali masuk pada 5 Januari 2026. Tanpa beban akademik, siswa tidak diberikan tugas makalah atau soal-soal tertulis agar memiliki waktu istirahat yang berkualitas.
Fokus karakter yang dimaksud adalah implementasi program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mencakup kebiasaan harian seperti bangun pagi, sarapan sehat, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
”Libur boleh, tapi bangun pagi tetap jalan. Jangan sampai libur juga dari kebiasaan baik,” tegas Siti Muhibbah S. Ag, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Blitar.
Karena kontrol guru terbatas selama masa liburan, pihak sekolah menitipkan tongkat estafet pengawasan kepada orang tua ketika libur sekolah. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Blitar Siti Muhibbah S. Ag menekankan bahwa ketujuh kebiasaan tersebut bukanlah tugas yang harus dikumpulkan dalam bentuk fisik, melainkan gaya hidup yang harus mendarah daging.
Pihak sekolah berharap, dengan konsistensi melakukan pembiasaan ini di rumah, para siswa akan kembali ke sekolah pada semester baru dengan karakter yang lebih disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments