Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lima Hari Ditempa, PIDNAS PC IMM Gresik 2025 Resmi Ditutup dengan Rasa Haru

Iklan Landscape Smamda
Lima Hari Ditempa, PIDNAS PC IMM Gresik 2025 Resmi Ditutup dengan Rasa Haru
Foto bersama saat acara penutupan PIDNAS. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Pelatihan Instruktur Dasar Nasional (PIDNAS) Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Gresik resmi ditutup dengan suasana haru yang menyelimuti seluruh peserta pada Ahad (16/11/2025), setelah berlangsung selama lima hari di Universitas Muhammadiyah Gresik.

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran intensif bagi para peserta untuk memperkuat kapasitas keinstrukturan serta mematangkan nilai-nilai kaderisasi dalam tubuh Ikatan.

Selama lima hari penyelenggaraan, para peserta ditempa melalui berbagai materi fundamental, mulai dari keinstrukturan, keorganisasian, dinamika kelompok, hingga pemantapan ideologi. Seluruh materi disampaikan oleh pemateri dan instruktur berpengalaman.

Proses perkaderan yang berlangsung di ruang-ruang diskusi kecil juga menjadi momentum lahirnya semangat baru para calon instruktur yang siap mengabdi dan berperan aktif di masing-masing pimpinan.

Pada sesi penutupan, Ketua Pelaksana, Immawan Aldi Firmansyah, S.Pd., menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh peserta.

Ia menegaskan bahwa peran instruktur tidak boleh sebatas hadir atau tampil dalam agenda-agenda formal perkaderan.

“Jadilah instruktur yang tidak hanya show up di agenda perkaderan struktural seperti DAD demi mencari perhatian. Secara substansial, instruktur adalah ruh perkaderan yang membawa nilai pengabdian dalam Ikatan,” ujarnya.

Maka dari itu, ia berpesan, di mana tangan ini bergerak tanamkanlah totalitas; di mana kaki ini melangkah, melangkahlah dengan totalitas; dan ketika pikiran ini bekerja, berpikirlah dengan identitas sebagai seorang instruktur.

Salah satu perwakilan peserta, Immawan Muhammad Khoiruddin Habibi dari PC IMM Jember, turut menyampaikan kesan mendalam.

“Nama IMM bukan hanya nama organisasi, namun benar-benar menjadi ikatan yang mengikat. Semoga apa yang telah diberikan oleh para pemateri dan bimbingan instruktur di ruang kecil bisa menjadi bekal kami di pimpinan masing-masing nantinya. Jangan pulang sebelum mendapatkan rampasan perang,” tegasnya.

Ungkapan tersebut mencerminkan antusiasme peserta PIDNAS yang memahami bahwa IMM harus selalu kembali pada Trilogi dan Trikoda-nya, yakni keberpihakan pada nilai akademisi, keintelektualan, serta pengabdian yang berkesinambungan.

Penutupan PIDNAS menjadi momentum penting bagi para peserta untuk kembali dengan identitas keinstrukturan yang lebih matang, semangat pembaruan, dan komitmen memperkuat rantai perkaderan di daerah masing-masing.

Pada penghujung acara, suasana haru begitu terasa ketika seluruh peserta dan instruktur membentuk lingkaran besar untuk menyanyikan Hymne IMM. Suara yang menggema memenuhi ruangan, menghadirkan atmosfer khidmat sekaligus menggetarkan hati.

Setelah itu, para peserta dan instruktur saling berputar sambil memberikan ucapan selamat, pelukan, dan pesan kekuatan satu sama lain. Beberapa peserta bahkan instruktur tak mampu menahan air mata.

Momen tersebut menjadi luapan rasa setelah mereka bersama-sama melewati lima hari penuh perjuangan, dinamika, tawa, lelah, dan pembelajaran yang membekas.

Kegiatan resmi ditutup. Kenangan, nilai, dan pengalaman yang terhimpun selama PIDNAS 2025 diharapkan menjadi cahaya bagi gerak perkaderan IMM di masa depan. Momentum ini juga menjadi penguat langkah para instruktur muda yang akan kembali berjuang di ikatan masing-masing dengan hati yang lebih teguh dan jiwa yang lebih matang.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu