Kiat ketiga: Bersungguh-sungguh
Pepatah Arab yang populer menyatakan “Man Jadda Wajada” yang artinya barang siapa bersungguh-sungguh akan mendapatkan hasil kesungguhannya.
Kesungguhan wajib dilakukan ketika kita sudah berniat menggapai cita-cita.
Kita diingatkan agar kesungguhan yang dilakukan semata-mata untuk mencari rida Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Ankabut: 69: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”
Kiat keempat: Belajar dari kesalahan
Cita-cita yang kita inginkan terkadang kandas di tengah jalan. Itu sudah qadarullah, sehingga tidak perlu menyesal atau putus asa karena tidak ada manfaatnya. Kegagalan bukan berarti habis atau tidak ada jalan sukses.
Langkah yang baik adalah mencari sebab kegagalan: apa yang kurang atau apa yang salah. Apa yang pernah kita usahakan perlu diteliti kembali. Semangat dan kemauan untuk sukses harus tetap melekat dalam diri.
Berkaitan dengan kegagalan, Ustadz Adi Hidayat mengatakan, “Setiap manusia pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidup. Namun, apakah kegagalan itu berarti akhir dari segalanya? Dalam pandangan Islam, kegagalan justru bisa menjadi awal dari rahmat Allah yang lebih besar.”
Kiat kelima: Tangguh.
Tangguh berarti tidak rapuh, kokoh, tegak berdiri di tengah badai, dan tidak mudah tumbang. Dahlan Rais menggambarkan sikap tangguh sebagai sikap pantang menyerah. Dirinya menjadi pribadi yang tidak pernah merasa lemah atas sesuatu yang terjadi dan selalu berpikir positif.
Tepatlah Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengingatkan dalam QS. An-Nisa’: 9 agar memperhatikan generasi Islam menjadi generasi yang tangguh:
“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”
Ali bin Abi Thalib mengingatkan: “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka, bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian.”
Apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib sangat berkaitan dengan pembentukan karakter generasi muda Islam yang tangguh sebagai modal meraih kesuksesan.
Demikian lima kiat sukses yang dapat menambah wawasan untuk meraih sukses dalam mencapai cita-cita. Semoga uraian sederhana ini bermanfaat.






0 Tanggapan
Empty Comments