
PWMU.CO – Limbah jagung dan kulit pisang bisa diolah menjadi teh dan selai. Di tangan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) limbah itu diolah menjadi bahan makanan dan hiasan.
Pengolahan limbah itu dikenalkan kepada warga Dusun Sidodadi Desa Kranji, Paciran Kabupaten Lamongan saat mahasiswa UMG Kuliah Kerja Nyata di situ. KKN dijalankan selama 40 hari oleh 12 mahasiswa UMG.
Klobot jagung setelah dikeringkan dibentuk menjadi hiasan bunga kering yang menarik. Sedangkan rambut jagung diolah menjadi teh yang nikmat dan segar. Mahasiswa lainnya mengolah kulit pisang menjadi selai roti. Acara ini berlangsung Jumat (1/9/2023).
Mahasiswa KKN mengumpulkan limbah jagung dan pisang yang dari rumah warga. Melalui program ini, mahasiswa KKN sosialisasi pemahaman kepada masyarakat pentingnya pemanfaatan limbah pertanian untuk menghasilkan produk bernilai tinggi.
Pembuatan bunga kering dari klobot jagung dikenalkan oleh Dheva Adellia Talisa dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Mahasiswa Ineung Arudhati Zuhri dari Prodi Farmasi yang mengajarkan cara membuat Teh Rajana alias teh rambut jagung serbaguna.
Pengolahan kulit pisang menjadi selai disampaikan oleh Vidya Rahmatil Safrila dan Putri Nur Aisyah mahasiswa Prodi Ilmu Gizi.
Teh Rajana
Bahan :
250 gr Rambut Jagung
500 ml Air
1/4 Gula pasir
Alat :
Panci
Bak
Saringan
Wadah
Sendok
Cara Membuat :
1. Dicuci bersih rambut jagung di air mengalir
2. Direbus rambut jagung dengan waktu 30 menit
3. Diamkan rebusan rambut jagung sampai hangat
4. Disaring rebusan jagung ke dalam wadah
5. Ditambahkan 1/4 gula pasir ke dalam wadah dan aduk sampai larut
6. Teh Rambut Jagung (TERAJANA) siap disajikan
Selai Roti
Bahan :
1 cengkeh kulit pisang kepok
1 buah jeruk lemon
½ kg Gula pasir
Alat :
Panci kukus
Wajan
Pengaduk / Spatula
Mangkok
Cara membuat :
1. Kupas 1 cengkeh pisang, kemudian cuci kulit pisang hingga bersih
2. Kukus kulit pisang selama 30 menit
3. Setelah matang, angkat kemudian tunggu hingga dingin
4. Kerok kulit pisang bagian dalam. Lalu blender dan tambahkan 2 buah pisang. Saring
5. Tuangkan selai ke dalam wajan, tambahkan gula dan jeruk lemon. Aduk menggunakan spatula hingga selai mengental
6. Selai siap di sajikan dengan roti
Ibu-ibu Dusun Sidodadi senang mendapat resep ini. “Saya senang melihat anak-anak muda ini mendaur ulang limbah jagung dan limbah pisang menjadi karya seni yang indah serta mengelola rambut jagung menjadi teh dan kulit pisang menjadi selai. Saya berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Indah dan Nur Elik warga Dusun Sidodadi.
Penulis Ida Bayu Khori’ana Editor Sugeng Purwanto






0 Tanggapan
Empty Comments