Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lindungi Diri dari Heatstroke Selama Musim Haji, Dosen UM Surabaya Berikan 5 Tips Penting

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Musim haji. (Istimewa/PWMU.CO)
Musim haji. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Heatstroke, yang sering disebut sebagai serangan panas, adalah kondisi di mana tubuh tidak dapat mengatur kenaikan suhu akibat cuaca panas. Gejala yang muncul meliputi peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba lebih dari 39,5°C, ketidakmampuan tubuh untuk mengeluarkan keringat, kulit yang memerah, panas, dan kering, serta munculnya gejala seperti sakit kepala, pusing, mual, muntah, nadi yang lebih cepat dan kuat, pernapasan yang cepat dan pendek, hingga penurunan kesadaran.

Dilansir dari web um-surabaya.ac.id, Ira Purnamasari Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, menjelaskan bahwa salah satu penyebab heatstroke pada jamaah haji adalah cuaca panas dan paparan sinar matahari yang intens, aktivitas fisik yang berat, serta tubuh yang kekurangan cairan atau dehidrasi. Hal ini dapat diperburuk oleh kondisi medis tertentu seperti penyakit jantung, obesitas, atau tubuh yang sedang sakit atau demam.

“Suhu tubuh harus segera diturunkan, karena jika tidak maka akan dapat memicu kerusakan organ vital yang berujung pada kejang dan kematian,” tutur Ira Senin (05/05/2025).

Penanganan Heatstroke

Ira menjelasakan, penanganan yang dapat dilakukan jika seseorang mengalami heatstroke atau menemui seseorang dengan serangan hatstroke adalah :

Pertama, segera bawa penderita ke tempat yang teduh, tempat yang dingin, atau tempatkan pada ruangan ber AC.

Kedua, kendurkan semua pakaian agar penderita dapat bernapas dan memperoleh oksigen secara maksimal.

“Ketiga kompres menggunakan handuk atau kain yang telah dibasahi pada bagian kepala, leher, ketika, dan selangkangan, atau bisa juga membasahi badan penderita dengan air dingin,”imbuh Ira lagi.

Keempat, kata Ira, jika seseorang masih dalam kondisi sadar, segera berikan air minum untuk menghidrasi tubuh dan terakhir segera mencari pertolongan medis.

Dalam penjelasannya, Ira juga membagikan tindakan-tindakan yang dapat dilakukan agar seseorang tidak mengalami serangan heatstroke saat ibadah haji.

Pertama, cukupi kebutuhan cairan tubuh, minum 1 gelas air (300cc) atau lebih setiap jam, jangan menunggu haus untuk minum.

Kedua, hindari terkena sinar matahari langsung, gunakan payung atau penutup kepala untuk melindungi tubuh dari terik matahari, dan segera semprotkan air/ basahi tubuh yang terkena sinar matahari langsung.

Ketiga, istirahat yang cukup, tidak memforsir tenaga pada aktivitas yang tidak berhubungan dengan ibadah.

Keempat, mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, hindari minuman manis karena menyebabkan dahaga berlebih dan sebabkan dehidrasi.

“Terakhir, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin jika memiliki riwayat penyakit tertentu,” tutupnya. (*)

Penulis Amanat Solikah Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu