Kelompok mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN Jatim) menggelar kegiatan bertajuk “Literasi Digital Cerdas dan Beretika untuk Generasi Muda” di Asrama Putra LKSA/Panti Asuhan Muhammadiyah Rungkut, Surabaya (22/11/2025).
Program ini merupakan bagian dari penugasan Project Mata Kuliah Kepemimpinan yang diampu oleh Dra. Ety Dwi Susanti, M.Si, di kelas Kepemimpinan G-415.
Ketua kelompok, Dhiya Nujjiya, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi upaya mahasiswa dalam mengaplikasikan konsep kepemimpinan sekaligus menjawab tantangan rendahnya literasi digital di kalangan generasi muda.
“Kami ingin membangun kesadaran tentang pentingnya etika digital dan keamanan siber melalui pendekatan yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak-anak,” ujarnya.
Program ini memadukan kunjungan, pembelajaran digital, permainan interaktif dan sesi diskusi bersama anak-anak panti. Melalui tema “Literasi Digital dan Keamanan Siber”, para mahasiswa berupaya memberikan pemahaman dasar mengenai cara memilah informasi, mengenali hoaks, menjaga data pribadi hingga mencegah potensi penipuan digital dan perundungan siber.
Kegiatan berlangsung pada Sabtu pagi, pukul 09.00–11.15 WIB, dengan melibatkan lima mahasiswa: Dhiya Nujjiya, Reisinda Anadwa Laurent Basri, Glen Hizkia Marchelino Munir, Francesca Lawrence Kerenhapuch dan Mohammad Yudi Chulafaurrosidin.
Persiapan kegiatan dilakukan sederhana, hanya bermodalkan proyektor untuk menampilkan materi dan permainan digital yang telah dirancang untuk memancing keaktifan anak-anak.
Meski berjalan lancar, Dhiya mengakui ada kendala saat mengkoordinasi peserta.
“Anak-anak sangat bersemangat sehingga suara instruksi sering terganggu oleh antusiasme mereka sendiri. Tapi justru itu yang membuat kegiatan semakin hidup,” ungkapnya sembari tersenyum.
Ia juga menyampaikan harapan besar dari terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berharap anak-anak Panti dapat memahami pentingnya berinternet dengan cerdas, cermat dan tetap menjaga etika,” katanya.
Di akhir kegiatan, para panitia mengaku mendapat kesan mendalam. Interaksi aktif dan sudut pandang unik anak-anak selama diskusi menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa.
“Seru dan interaktif. Kami jadi tahu cara mereka melihat dunia digital,” tutup Dhiya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa literasi digital bukan hanya tanggung jawab pendidikan formal, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi semua pihak demi menciptakan generasi muda yang aman, cerdas dan beretika di ruang digital.






0 Tanggapan
Empty Comments