Penguasaan Bahasa Inggris kini menjadi “paspor” penting bagi mahasiswa yang ingin menembus beasiswa dan karier internasional. Namun, di tengah tingginya biaya pendidikan, banyak yang terhalang untuk meraih mimpi itu. Dari persoalan inilah, muncul inovasi menarik dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Tim yang diketuai Aloysius Gonzaga Alnabe, mahasiswa Hubungan Internasional (HI) UMM, menggagas platform Conatus Academy: Belajar Bahasa Inggris, Wujudkan Mimpi Internasionalmu. Inovasi ini berhasil membawa nama UMM lolos ke ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025 di Magelang.
Gonza, panggilan akrabnya, menjelaskan ide tersebut berawal dari refleksi pribadi tentang sulitnya menemukan akses kursus Bahasa Inggris yang berkualitas sekaligus terjangkau. “Gagasan ini sebenarnya muncul sejak semester pertama. Tapi baru bisa diwujudkan saat semester lima, setelah saya mendapat banyak pengalaman selama program beasiswa IISMA ke Spanyol,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, Gonza dibimbing oleh dosen pendamping Havidz Ageng Prakoso, M.A., bersama lima anggota tim Conatus lainnya yang fokus mengembangkan layanan pendidikan Bahasa Inggris berbasis daring dan luring di Malang.
“Tujuan utama kami sederhana: menyediakan kursus berkualitas dengan harga yang bisa dijangkau siapa pun. Kami ingin mengakomodasi mereka yang mau belajar tapi tidak punya privilege untuk ikut kursus mahal. Bahkan, Conatus juga menyiapkan beasiswa bagi yang benar-benar tidak mampu membayar,” jelas Gonza.
Keunggulan utama Conatus Academy terletak pada pendekatannya yang unik. Alih-alih hanya berorientasi pada hasil tes, Conatus mengukur keberhasilan peserta melalui peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis (critical thinking).
“Yang kita kejar bukan seberapa cepat mereka lancar berbicara, tapi bagaimana mereka percaya diri terlebih dahulu. Metode kita berbasis tanya-jawab agar peserta terlibat aktif dan berani berpikir,” tambahnya. Evaluasi pun dilakukan secara holistik, tak hanya dari nilai grammar atau speaking test, tapi juga dari observasi tutor terhadap perkembangan peserta di kelas.
Kini, tim Conatus tengah menyiapkan strategi matang menghadapi KMI Expo XVI. Fokus mereka adalah menonjolkan pertumbuhan omzet dan kebaruan model bisnis. Dengan dukungan 12 tutor berpengalaman internasional—lulusan dari Jepang, Australia, Spanyol, hingga Korea—Conatus optimistis tampil unggul.
“Kami ingin memperkenalkan usaha kami ke tim-tim lain, ke mahasiswa-mahasiswa lain, agar mereka bisa menjadi perpanjangan tangan kami di masa depan,” pungkas Gonza penuh semangat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments