SMA Muhammadiyah 7 Surabaya menggelar Baitul Arqom kelas X selama dua hari sebagai upaya meneguhkan aqidah dan membentuk pelajar berkemajuan di bulan Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin hingga Selasa (23–24/02) di aula SMA Muhammadiyah 7 Surabaya ini menjadi agenda rutin tahunan setiap Ramadan. Baitul Arqom dirancang sebagai sarana pembinaan keislaman sekaligus penguatan karakter pelajar Muhammadiyah sejak dini.
Konsep Lebih Interaktif dan Evaluatif
Berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, Baitul Arqom kali ini menghadirkan konsep yang lebih interaktif. Jika sebelumnya kegiatan didominasi penyampaian materi dan praktik ibadah, tahun ini panitia menambahkan lomba cerdas cermat sebagai bentuk evaluasi pemahaman siswa.
Meski dikemas lebih dinamis, esensi kegiatan tetap berfokus pada penanaman nilai-nilai aqidah, ibadah, serta pemahaman kemuhammadiyahan sebagai fondasi karakter pelajar.
Meneguhkan Aqidah dan Menguatkan Ukhuwah
Mengusung tema “Meneguhkan Aqidah, Menguatkan Ukhuwah, Mewujudkan Pelajar Berkemajuan”, kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman dan berakhlak mulia.
Selama dua hari, siswa kelas X mendapatkan empat materi utama, yakni Sejarah Baitul Arqom, Aqidah, Ibadah, dan Tahsin Al-Qur’an. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman dasar keislaman sekaligus membangun kesadaran sebagai pelajar Muhammadiyah.
Dalam sesi aqidah, Ustaz Imam Sapari menyampaikan pesan yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini. Ia mengajak siswa memiliki semangat FOMO (Fear of Missing Out) dalam kebaikan, bukan dalam hal-hal yang berdampak negatif.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar pelajar mampu selektif dalam pergaulan serta bijak menyikapi perkembangan zaman.
Lomba Cerdas Cermat Puncak Antusiasme
Lomba cerdas cermat yang digelar di akhir sesi menjadi puncak kegiatan sekaligus sarana evaluasi materi. Setiap kelompok mengirimkan tiga perwakilan untuk berkompetisi menjawab pertanyaan seputar materi yang telah dipelajari.
Antusiasme peserta dan dukungan dari teman-teman mereka menciptakan suasana aula yang semarak serta mempererat kebersamaan antar siswa.
Pesan Kepala Sekolah dan Kesan Peserta
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Rufiah berpesan agar nilai-nilai positif yang diperoleh selama Baitul Arqom tidak berhenti saat kegiatan usai.
“Saat pulang ke rumah, hal yang baik selama kegiatan Baitul Arqom harus dipertahankan. Seperti puasa, salat berjamaah, tidak berkata kotor, dan lain sebagainya,” tuturnya.
Satriyo sebagai peserta terbaik putra mengaku senang karena materi yang diberikan mampu menambah wawasan keagamaan sekaligus mempererat hubungan pertemanan di sekolah.
Sementara itu, Zaskia sebagai peserta terbaik putri menilai Baitul Arqom memberinya pemahaman mendalam tentang makna menjadi pelajar Muhammadiyah. Menurutnya, menjadi pelajar Muhammadiyah bukan hanya tentang kecerdasan intelektual, tetapi juga tentang kekuatan iman dan akhlak mulia.
Ia menyadari bahwa perubahan besar selalu dimulai dari diri sendiri, melalui niat yang lurus dan keistiqamahan dalam menjalankan kebaikan.
Ditutup Buka Bersama dan Tarawih Berjamaah
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, siswa diajak untuk berbuka puasa bersama dan melaksanakan salat tarawih berjamaah. Momen tersebut semakin menegaskan makna ukhuwah sebagaimana tema yang diusung dalam Baitul Arqom tahun ini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Baitul Arqom tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi proses pembinaan yang membekas dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Dengan kualitas yang terus ditingkatkan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pelajar Muhammadiyah yang berkemajuan dan berkarakter kuat.






0 Tanggapan
Empty Comments