Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) pada Selasa (18/11/2025), berubah menjadi arena kreativitas dan ketangkasan para pandu Hizbul Wathan. Lomba Pionering Mini yang digelar sebagai rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113 Kabupaten Kediri menjadi salah satu kegiatan paling spektakuler dan diminati peserta maupun penonton.
Lomba ini diikuti oleh 15 lembaga pendidikan Muhammadiyah se-Kabupaten Kediri. Peserta, yang merupakan pandu Hizbul Wathan tingkat Pengenal, menampilkan berbagai variasi pionering mini yang dirancang secara mandiri. Mulai dari menara, gapura kecil, rak sederhana, hingga miniatur struktur bangunan berbahan dasar sumpit, semuanya memperindah area perlombaan dengan kreativitas yang menonjol.
Allak Choirul Huda, Wakil Ketua Bidang Diklat Kwarda HW Kabupaten Kediri sekaligus penanggung jawab kegiatan, menyatakan tingginya antusias peserta.
“Lomba pionering mini ini diikuti lebih dari 300 regu. Antusiasme mereka luar biasa karena event seperti ini jarang dilaksanakan. Semangat mereka terlihat dari awal hingga akhir perlombaan,” ujarnya.
Tiga juri menilai lomba ini berdasarkan kreativitas, ketepatan teknik, dan kerapian karya, yaitu Khoirul Anam (Sekretaris Kwarda HW Kabupaten Kediri), Naning Zulaikah (anggota Unit Pembantu Kwartir), dan Allak Choirul Huda. Naning Zulaikah memberi apresiasi tinggi terhadap kreativitas para peserta. “Bahan utama sumpit membuat lomba terlihat rumit, tapi anak-anak mampu menyelesaikannya dengan baik. Beberapa karya sangat kreatif dan rapi,” tuturnya.
Perlombaan berlangsung tertib dan penuh semangat. Para pembina, guru pendamping, serta orang tua yang hadir juga tampak antusias menyaksikan prosesnya.
Setelah penilaian ketat, lomba berakhir pukul 12.00 WIB dengan pengumuman pemenang: Juara 1 diraih MI Muhammadiyah 4 Kandat, Juara 2 SD Islam As Salam, dan Juara 3 SMP Muhammadiyah 1 Pare. Tepuk tangan meriah menandai kebanggaan dan kegembiraan seluruh peserta.
Lomba Pionering Mini kali ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter bagi pandu muda Hizbul Wathan. Kreativitas, kerja sama tim, ketelitian, dan disiplin menjadi nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan ini. Dengan antusiasme tinggi, kegiatan serupa diharapkan menjadi tradisi tahunan Milad Muhammadiyah di Kabupaten Kediri. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments