
PWMU.CO – Dalam dua minggu terakhir, terjadi lonjakan harga kedelai impor yang cukup besar. Hal ini memicu kecemasan di kalangan produsen tahu tempe di berbagai daerah. Sehingga banyak pedagang yang mencari cara untuk tetap bertahan menghadapi kenaikan biaya produksi.
Dilansir dari web um-surabaya.ac.id Tri Kurniawati, seorang ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), menjelaskan bahwa kedelai adalah bahan makanan yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia, bahkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dengan berbagai olahan makanan.
Lantas apa saja manfaat kedelai untuk kesehatan? Tri menjelaskan kedelai mempunyai berbagai manfaat untuk kesehatan. Berikut ini adalah manfaat kedelai untuk kesehatan.
Manfaat Kedelai untuk Kesehatan
Pertama, mencegah tekanan darah tinggi. Salah satu produk olahan kedelai adalah tempe, yang dibuat dengan cara fermentasi.
“Keberadaan peptida bioaktif sebagai ACE-inhibitor pada tempe dapat berfungsi untuk mencegah tekanan darah tinggi (hipertensi),” ujar Tri Rabu (23/04/25)
Kedua, menurunkan kolesterol darah. Tempe merupakan produk hasil fermentasi biji kedelai dengan menggunakan kapang Rhizopus oligosporus. Dibandingkan kedelai utuh, fermentasi tempe memiliki beberapa keunggulan, seperti memperbaiki daya cerna protein, karbohidrat, lemak dan kandungan beberapa vitamin, selain itu ketersediaan (bioavailabilitas) mineral menjadi lebih baik karena hilangnya faktor antigizi, serta ditemukannya berbagai komponen bioaktif yang sebelumnya tidak ada pada kedelai.
“Tempe kedelai merupakan bahan makanan yang dapat menurunkan trigliserida, kolesterol total, kolesterol LDL, serta meningkatkan kolesterol HDL yang mencegah timbulnya penyempitan pembuluh darah, karena tempe mengandung asam lemak tidak jenuh ganda,”imbuhnya.
Menurut penjelasannya, selama proses fermentasi tempe, terdapat peningkatan derajat ketidak jenuhan terhadap lemak sehingga asam lemak tak jenuh (PUFA) meningkat jumlahnya. Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.
Ketiga, mencegah diabetes militus. Salah satu bahan makanan sebagai pilihan dalam menu diet adalah bahan makanan berbasis kedelai. Konsumsi kedelai dapat memperbaiki kadar lemak darah dan mengatur insulin dalam keadaan normal.
Terakhir, Tri menjelaskan, efek fisiologis dan manfaat klinis serat kedelai adalah menurunkan kolesterol pada penderita hiperkolesterolamia, memperbaiki toleransi terhadap glukosa dan respon insulin pada penderita hiperlipidemia dan diabetes, serta meningkatkan volume feses sehingga mempercepat waktu transit makanan. (*)
Penulis Amanat Solikah Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments