
PWMU.CO – LPCR (Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya mengadakan Turun ke Bawah (Turba) ke PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Semampir. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMP Muhammadiyah 16 Surabaya, Kamis (24/7/2025).
Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Ustaz Rofik Munawi; Ketua LPCR PDM Surabaya, Ustaz Yahya Sholahuddin; dua anggota LPCR; serta pengurus PCM Semampir.
Hadir pula Ketua dan Sekretaris PCM Semampir, Wakil Ketua Bidang Tabligh dan Dikdasmen, serta Ketua dan Sekretaris PRM dari Bulaksari, Wonosari, Wonokusumo, dan Pegirian. Takmir Masjid Al-Mukhlis Wonokusumo Muhajirin dan Musala Al-Hafidz juga ikut dalam acara tersebut.
Tujuan kegiatan ini adalah membahas pembentukan PRM (Pimpinan Ranting Muhammadiyah) baru di wilayah Semampir serta mengevaluasi perkembangan PCM Semampir yang dianggap memiliki potensi besar.
Dalam sambutannya, Ustaz Rofik Munawi mengajak seluruh pengurus untuk tidak ragu dalam membangun program. Ia juga menyinggung rencana pengembangan SD Muhammadiyah 19 yang terkendala masalah lahan. “Program ini harus benar-benar diagendakan,” katanya.
“Dalam membentuk PRM baru, bisa dilakukan dengan meminta bantuan kepala sekolah SDM 19, SDM 21, dan SMPM 16 dalam mencarikan wali murid yang tinggal di wilayah sasaran. Sementara itu, PRM Sidotopo yang sudah memiliki SK tetapi belum memiliki pengurus, disarankan segera diaktifkan dengan melibatkan warga sekitar,” imbuhnya.
Ketua LPCR, Ustaz Yahya Sholahuddin, menegaskan bahwa tahun ini LPCR menargetkan setiap PCM mendirikan minimal satu PRM baru. Ia juga meminta PCM Semampir menunjuk koordinator untuk fokus dalam proses pembentukan PRM.
“Saat ini dari ratusan PRM di Surabaya, baru sebagian kecil yang terdaftar. Maka kami minta semua PRM segera mengisi data melalui aplikasi yang sudah dibagikan lewat grup WA,” ujarnya.
Kegiatan turba ini ditutup dengan diskusi dan harapan agar PCM Semampir semakin berkembang dan menjadi contoh bagi cabang lain di Surabaya.
Penulis Ahmad Hoiron Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments