Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

LPCR PDM Surabaya Turba ke PRM Simolawang: Menyemai Energi Baru untuk Menggerakkan Dakwah dari Akar Rumput

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Suasana Kegiatan Turba LPCR PDM Kota Surabaya di Ranting Simolawang bertempat di Masjid Annur Simolawang Tembusan II/75 C Surabaya (Yusa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Suasana penuh semangat dan kekeluargaan mewarnai kegiatan Turun ke Bawah (Turba) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Simolawang pada Kamis (22/5/2025) di Masjid Annur, Simolawang Tembusan II/75C, Surabaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh Muhammadiyah, antara lain Bendahara PDM Surabaya, Musa Abdillah, LPCR PDM Surabaya, Dr Izza Anshori dan Barza Setiawan, serta jajaran PCM Simokerto, PRM se-Cabang Simokerto, dan takmir Masjid Annur. Jumlah peserta yang hadir sekitar 27 orang dengan semangat membangun gerakan Muhammadiyah dari akar rumput.

Ketua PCM Simokerto, H Sudarusman menyampaikan apresiasi mendalam kepada LPCR PDM Surabaya.

“Ini menjadi energi baru bagi kami untuk terus menggerakkan dakwah Muhammadiyah. Kehadiran LPCR memberikan semangat sekaligus arahan yang sangat kami butuhkan di tingkat ranting,” tuturnya.

Sementara itu, Dr Izza Anshori dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran ranting sebagai ujung tombak gerakan Muhammadiyah.

“Ranting harus terus bergerak melalui usaha dan inovasi. Kami di LPCR siap mendampingi. Saya menyarankan agar ranting menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, karena banyak program pengabdian masyarakat yang dapat disinergikan sebagai ladang dakwah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan pentingnya publikasi kegiatan.

“Sekecil apapun kebaikan jika dipublikasikan di media sosial akan menjadi besar. Ini bagian dari syiar Muhammadiyah,” ungkapnya.

Selanjutnya, Barza Setiawan mengajak semua pihak untuk tetap konsisten dalam menggerakkan Muhammadiyah.

“Apapun posisi kita, kita tetap memiliki kewajiban untuk menghidupkan gerakan ini, baik melalui pengajian, merawat masjid, maupun memperluas jamaah,” ucapnya.

Sementara itu, Musa Abdullah menyampaikan bahwa kita harus meyakini pentingnya ranting. Jika ranting bergerak, maka cabang akan berkembang.

Lebih lanjut, Musa menyampaikan ajakan agar pimpinan ranting mampu menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi jamaah.

“Kalau bisa, ajak jamaah jalan-jalan dan buat mereka merasa nyaman di Muhammadiyah. PCM Simokerto memiliki 20 aset, siapa yang akan melanjutkan jika bukan kader kita? Oleh karena itu, kaderisasi harus dikuatkan, masjid dimakmurkan, dan masalah jamaah diselesaikan dengan kelembutan,” pesannya penuh makna.

Acara ditutup dengan foto bersama dan suasana keakraban yang menggambarkan semangat ber-Muhammadiyah yang terus menyala hingga ke tingkat ranting. Turba ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan dari bawah merupakan pondasi kekuatan umat. (*)

Penulis Afuw ElKhoir Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu