Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PWM Jawa Timur hadir dalam rangkaian kegiatan Expo, Rakornas, dan CRM Award VI LPCRPM PP Muhammadiyah yang digelar di Masjid Al Jihad Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis–Sabtu (13–16/11/2025).
Rombongan LPCRPM PWM Jatim berangkat dari Bandara Juanda pada Rabu pagi dan tiba di Banjarmasin siang hari. Kehadiran tim ini dipimpin langsung oleh Ketua LPCRPM PWM Jawa Timur Dr. Hasan Ubaidillah, MM, bersama empat anggotanya.
Peningkatan Kualitas Peserta CRM Award
Saat ditemui PWMU.CO pada Jumat (14/11/2025) sore di lokasi acara, Dr. Hasan Ubaidillah menyampaikan bahwa peserta CRM Award tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan.
Jika tahun sebelumnya penilaian banyak berfokus pada penguatan kelembagaan administratif, tahun ini sudah bergeser pada dampak nyata yang diberikan cabang, ranting, maupun masjid kepada masyarakat.
“Nominasi dari Jawa Timur tahun ini tidak lagi hanya berkutat pada persoalan administratif. Itu tetap menjadi pintu masuk penilaian, tetapi sekarang yang utama adalah dampak yang dihasilkan. Jadi ada peningkatan yang sangat terasa,” ujarnya.
Perkembangan Cabang dan Ranting di Jawa Timur
Hasan menjelaskan bahwa LPCRPM PWM Jatim terus berupaya mencapai amanat Muktamar terkait target kenaikan 60% cabang dan ranting secara kuantitatif.
“Secara kuantitatif, kami terus berprogres meskipun tidak cepat karena memang harus melalui proses pendampingan. Secara kualitatif, ada beberapa cabang dan ranting yang belum bisa bergerak. Tetapi banyak juga yang kini berkembang dan orientasinya sudah pada dampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Untuk mempercepat pertumbuhan cabang, ranting, dan masjid, LPCRPM PWM Jatim menerapkan beberapa strategi:
Satu, Cabang dan ranting yang sudah kuat secara kelembagaan wajib mendirikan cabang atau ranting baru.
Dua, Program Sekolah Cabang Ranting (Secara) yang disiapkan untuk memperkuat kapasitas kader dan pengurus di tingkat akar rumput.
Tiga, Menegaskan bahwa pengembangan cabang dan ranting adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya beban LPCRPM.
Ubaid menegaskan bahwa perkembangan cabang dan ranting tidak boleh dibebankan hanya pada LPCRPM, karena struktur Muhammadiyah menempatkan cabang dan ranting sebagai basis gerakan.
“Muhammadiyah boleh punya gedung pendidikan, kesehatan, dan fasilitas lainnya yang luar biasa. Tetapi jangan lupa, pergerakan itu ada di cabang dan ranting. Pengembangan mereka membutuhkan kepedulian semua pihak: cabang, daerah, wilayah, hingga pusat,” tegasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments