M. Najih, S.Ag dikenal sebagai sosok pendidik dan aktivis yang memiliki keuletan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab yang tinggi. Lahir di Glagah, Lamongan, pada 6 Juni 1971, ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Su’udi dan Romelah.
Lingkungan keluarga yang sederhana namun penuh nilai-nilai religius membentuk karakter Najih sejak kecil—karakter yang kelak menjadi fondasi perjuangannya sebagai pendidik dan aktivis masyarakat.
Perjalanan pendidikan Najih berlangsung di kampung halamannya, dimulai dari MI Ihyaussunnah Glagah, dilanjutkan ke MTs Bustanul Ulum Glagah, kemudian ke SMA Muhammadiyah 7 Glagah. Kecintaannya pada ilmu agama membawanya melanjutkan studi ke IAIN Sunan Ampel (sekarang : UINSA) Surabaya, tempat ia memperdalam pemahaman keislaman dan memperkuat sikap kritis serta kedisiplinannya.
Pada 10 Februari 2005, Najih memulai kehidupan rumah tangga bersama Kholifatul Maghfiroh. Istrinya mengenang Najih sebagai sosok suami yang jujur, dermawan, dan memiliki rasa hormat tinggi kepada siapa pun yang pernah berjasa dalam hidupnya.
Dengan penuh haru, Kholifatul Maghfiroh mengungkapkan, “Suami saya adalah orang yang tidak pernah mengabaikan kejujuran. Ia dermawan, dan selalu menghargai orang-orang yang pernah membantunya. Ketegasannya bukan karena keras hati, tetapi karena ia ingin memperjuangkan kebenaran.”
Sebagai pendidik, Najih mengabdikan dirinya di MI Al Islam Konang Kecamatan Glagah, Lamongan. Di sini, ia dikenal sebagai guru yang disiplin, sabar, dan telaten dalam menghadapi anak-anak. Meski tegas, Najih bukan tipe guru yang kaku; ia humoris, mampu mencairkan suasana belajar, dan dekat dengan murid-muridnya. Para wali murid pun menghormatinya sebagai pendidik yang tulus dan bersungguh-sungguh dalam membimbing generasi muda.
Di bidang organisasi, Najih termasuk aktivis yang aktif dan konsisten. Ia pernah menjadi bagian dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Glagah dan Majelis Pendidikan Kader PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Glagah. Pada periode 2022–2027, ia dipercaya menjabat sebagai Bendahara PCM Glagah.
Kesaksian Ketua PCM Glagah, Abas Hasan, menunjukkan betapa besar tanggung jawab yang dipikul Najih. “Mas Najih sangat disiplin dalam melaksanakan tugas. Walaupun dalam kondisi kurang sehat, beliau tetap memperhatikan amanahnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Setelah satu tahun menjabat, karena kondisi stroke yang tidak memungkinkan, beliau dengan ikhlas melimpahkan tugasnya kepada teman-teman PCM lain. Yang jelas, Mas Najih orangnya baik, penuh tanggung jawab, dan memiliki loyalitas tinggi pada pendidikan dan organisasi.”
Perjuangan Najih juga tampak dalam bidang politik. Ia dikenal aktif menyuarakan aspirasi masyarakat melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Dengan ketekunan dan keberaniannya, ia dipercaya menduduki jabatan penting sebagai Sekretaris DPC PAN Kecamatan Glagah.
Namun, perjalanan panjang perjuangannya harus berakhir ketika Allah memanggilnya pada Jumat, 5 Desember 2025, pukul 18.30 dalam usia 54 tahun. Ia dimakamkan di TPU Glagah Lamongan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi istri, keluarga, sahabat, serta semua orang yang pernah merasakan ketulusannya.
M. Najih, S.Ag telah pergi, tetapi keteladanan, kedisiplinan, dan dedikasinya sebagai pendidik dan aktifis akan terus hidup dalam kenangan mereka yang pernah bersamanya. Semoga Allah menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments