Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

M. Natsir dan Tokoh Tokoh Muhammadiyah dalam Mempersatukan Ummat dengan Dakwah

Iklan Landscape Smamda
M. Natsir dan Tokoh Tokoh Muhammadiyah dalam Mempersatukan Ummat dengan Dakwah
pwmu.co -
M. Natsir. (Istimewa/PWMU.CO)
M. Natsir. (Istimewa/PWMU.CO)

Oleh Muhsin MK

PWMU.CO – Memperbincangkan M. Natsir dan Dakwah tidak bisa dilepaskan dari buku Fiqhud Dakwah. Ini karya monumentalnya dalam studi ilmu Dakwah. Bagi Natsir Dakwah itu komprehensif. Karena itu ia berharap setiap juru Dakwah (da’i) untuk memperluas ilmu dan wawasan ke Islamannya. Di samping terus menerus mengasah keahlian, ketrampilan dan profesionalismenya dalam berDakwah.

Natsir menjadikan Rasulullah dan para sahabatnya shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah dan landasan dalam melaksanakan amaliah Dakwah Ilallah. Karena itu penguasaan pengetahuan dan pemahaman tentang Al Quran dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam  menjadi prinsip dan prioritas. Dengan merujuk pada Dakwah Rasulullah dan para sahabatnya ini, dapatlah diharapkan Dakwah dapat dijadikan sebagai media untuk mempersatukan ummat.

Meskipun demikian Natsir dalam realisasinya saat ber’dawah tidak mengabaikan peran dan perjuangan tokoh tokoh Muhammadiyah yang terlibat di dalamnya. Terutama mereka yang selalu bersama dan bekerja sama dalam menggerakkan Dakwah, baik ketika ber’dawah lewat politik, saat sama sama dalam Partai Masyumi. Maupun pada saat berpolitik melalui Dakwah, tetap bersama dan bekerja sama dengan mendirikan Dewan Dakwah dan menggerakkan Dakwah di Indonesia.

Mosi Integral Natsir

Secara teoritis dan idealis mempersatukan ummat dapat diwujudkan dengan Dakwah. Sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah membuktikan bagaimana beliau berhasil mempersatukan kaum Anshar (penduduk asli Madinah) dengan Muhajirin (asal Mekkah) di Madinah Al Munawwarah. Bahkan beliau berhasil membuat konstitusi pertama di dunia, yakni Piagam Madinah dalam mempersatukan ummat Islam dengan kaum Non-Muslim yang tinggal bersama di Madinah.

Adapun Natsir yang menjadikan Rasulullah sebagai uswah, juga melakukan Dakwah yang hampir sama. Dengan Mosi Integralnya, berhasil mempersatukan bangsa Indonesia yang awalnya terpecah-pecah dalam negara negara bagian Republik Indonesia Serikat (RIS), menjadi satu kesatuan dalam wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kemudian pada zaman Orde Baru, beliau juga berhasil mempersatukan tokoh tokoh ummat Islam dari berbagai Organisasi Massa (Ormas) dan Lembaga Dakwah di Indonesia dalam Forum Ukhuwah Islamiyyah (FUI). Forum ini dibentuk bersama KH. Maskur, sahabat seperjuangannya dalam Masyumi dari Nahdlatul ulama.

Tokoh tokoh yang bergabung antara lain: Nudin Lubis dan Syaefullah Masykur (NU/PPP), Prof Dr Ismail Sunny SH MLC dan Anhar Burhanudin MA (Muhammadiyah) MCH Ibrahim, Dr Bustamam SH dan KH Ohan Sujana (Syarikat Islam Indonesia), Gess Amar SH (Al Irsyad), KH Latif Mukhtar MA dan KH Sidiq Amin (Persis), KH Nur Ali (Pesantren At Taqwa Bekasi), KH Abdullah Syafei (Pesantren Assafi’iyah), KH Soleh Iskandar (Badan Koordinasi Pondok Pesantren Indonesia/BKSPPI), KH Mahrus Amin (Pesantren Darunnajah), Drs Nurul Huda dari Perti, Drs KH Anwar Saleh (Persatuan Ummat Islam/PUI), dan lain lain.

Berkumpulnya para tokoh itu selain karena ikatan ukhuwah Islamiyyah juga untuk kepentingan Dakwah Ilallah. Mereka bersama sama telah mendatangi DPR MPR RI untuk menyatakan penolakannya terhadap Pendidikan Moral Pancasila dan Azas Tunggal Pancasila dijadikan azas ormas termasuk ormas Islam.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu