Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

MABB 2026, Cara Kemendikdasmen Tingkatkan Minat Baca dan Menulis Anak

Iklan Landscape Smamda
MABB 2026, Cara Kemendikdasmen Tingkatkan Minat Baca dan Menulis Anak
MABB 2026, Cara Kemendikdasmen Tingkatkan Minat Baca dan Menulis Anak. Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan literasi anak melalui penyediaan bacaan bermutu hingga pembiasaan menulis, salah satunya melalui program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026.

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menghadirkan alternatif kegiatan produktif bagi anak-anak selama perjalanan mudik Lebaran, sehingga waktu mereka tidak hanya dihabiskan dengan bermain gawai.

Dorong Literasi Sejak Dini

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan pentingnya membangun budaya literasi sejak dini, tidak hanya melalui membaca, tetapi juga dengan melatih kemampuan memahami dan menulis.

Ia menilai bahwa selama ini anak-anak masih terlalu bergantung pada Lembar Kerja Siswa (LKS) tanpa dibiasakan untuk mengolah pemahaman secara lebih mendalam.

“Kami mendorong sekolah untuk menugaskan anak-anak tidak hanya mengerjakan LKS, tetapi membaca buku dan menulis resensi singkat. Inilah literasi sejak dini,” ujarnya saat kunjungan di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, pembiasaan tersebut penting agar anak-anak terbiasa menuangkan pengalaman dan pemikiran mereka dalam bentuk tulisan.

Minat Baca Tinggi Jika Didukung Lingkungan

Di sisi lain, Sekretaris Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Ganjar Harimansyah, menyebut bahwa minat baca anak-anak dan remaja di Indonesia sebenarnya cukup tinggi apabila didukung dengan lingkungan yang kondusif.

Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, pemerintah terus menghadirkan berbagai program literasi, mulai dari penyediaan bahan bacaan, seleksi naskah buku, hingga kegiatan diskusi dan lomba literasi.

“Mudik Asyik Baca Buku ini menjadi salah satu cara menciptakan ruang yang memungkinkan anak-anak dan remaja gemar membaca,” jelasnya.

Ribuan Buku dan Aktivitas Literasi di Ruang Publik

Pada pelaksanaan tahun ini, program MABB menghadirkan lebih banyak titik layanan dengan penyediaan buku gratis bagi para pemudik, terutama anak-anak.

Di Stasiun Gambir saja, tersedia sekitar 2.700 buku yang dapat dibaca di tempat maupun dibawa pulang secara gratis.

Selain itu, berbagai aktivitas literasi juga digelar, seperti pojok baca, membaca nyaring, mendongeng, permainan edukatif, hingga kegiatan mewarnai yang melibatkan komunitas literasi.

Program ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan menunggu keberangkatan menjadi pengalaman yang lebih edukatif dan menyenangkan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dukungan dari Pengelola Transportasi

Supervisor Komersial Stasiun Gambir, Beny Senjaya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan literasi di ruang publik tersebut, terutama pada masa arus mudik.

Menurutnya, kehadiran buku di stasiun dapat memberikan nilai tambah bagi para penumpang, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga memperkaya pengetahuan.

“Di tengah kesibukan perjalanan, buku dapat menjadi sarana menumbuhkan minat baca sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan,” ujarnya.

Pemudik Rasakan Manfaat Langsung

Program ini juga dirasakan langsung manfaatnya oleh para pemudik, khususnya yang membawa anak-anak.

Wina, orang tua dari Al-Hazimi, mengaku kegiatan tersebut membuat anaknya lebih semangat selama menunggu keberangkatan kereta.

“Anak-anak jadi tidak jenuh. Mereka bisa belajar, menambah wawasan, dan lebih berani saat ikut kegiatan membaca dan kuis,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Yana, orang tua dari siswa SD di Depok, yang menilai program ini tidak hanya bermanfaat bagi anak, tetapi juga meningkatkan kesadaran literasi orang tua.

“Biasanya anak saya bermain gawai saat perjalanan. Sekarang bisa membaca buku, dan itu jauh lebih bermanfaat,” katanya.

Literasi Jadi Tanggung Jawab Bersama

Melalui program ini, Kemendikdasmen menegaskan bahwa peningkatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan.

Momentum mudik Lebaran dimanfaatkan sebagai ruang edukatif agar anak-anak dapat mengisi waktu perjalanan dengan kegiatan yang lebih bermakna.

Diharapkan, kebiasaan membaca dan menulis yang ditanamkan sejak dini dapat membentuk generasi literat yang mampu berpikir kritis dan kreatif di masa depan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡