
PWMU.CO – Dalam menjawab krisis nilai dalam realitas sosial-politik hari ini, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Lamongan melalui Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik (HPKP) siap meluncurkan agenda strategis bertajuk Madrasah Siyasah, sebuah ruang kaderisasi politik berideologi Muhammadiyah dengan pendekatan profetik.
Mengusung tema “Paradigma Politik Profetik”, Madrasah Siyasah dirancang sebagai platform pembelajaran politik alternatif yang menekankan nilai etik, keberpihakan, dan keberanian intelektual.
Kegiatan ini akan digelar di Rumah Ikatan IMM Lamongan pada tanggal 25–27 Juli 2025, dan akan melibatkan puluhan peserta baik dari internal maupun eksternal IMM.
Ketua Bidang HPKP PC IMM Lamongan, Achmad Aldi , menyampaikan bahwa Madrasah Siyasah lahir dari kegelisahan atas dominasi politik pragmatis yang mereduksi peran etis kaum muda.
“Kami ingin membangkitkan kembali ruh politik milik IMM: pemikiran tercerahkan yang diadopsi dari spirit teologi al-maun . Madrasah Siyasah ini bukan lagi bicara ruang normatif, tapi ruang kita mengupayakan kesadaran kolektif kepada kader kader imm lamongan agar lebih berdampak” ujar Achmad Aldi.
Madrasah Siyasah tidak hadir sebagai seminar biasa. Namun sebagai laboratorium ideologis, tempat kader dipertemukan dengan realitas sosial, ditantang untuk berpikir kritis, dan dilatih menjadi pejuang gagasan sekaligus pelaksana perubahan.
Sebuah kompas arah bagi kader-kader muda yang ingin berpolitik dengan nilai, berpihak pada rakyat, dan membawa nurani dalam setiap langkah perjuangan.
Ketua Umum PC IMM Lamongan, Alexi Candra Putra Kasan Nova, menyambut baik pelaksanaan Madrasah Siyasah sebagai bagian dari revitalisasi kesadaran politik kader yang tercerahkan.
“Kita tidak ingin kader hanya pandai orasi atau menulis status. Kita ingin mereka bisa membaca peta kekuasaan, peka terhadap ketidakadilan, dan tahu bagaimana cara bertindak secara etis dan ideologis. Maka Madrasah Siyasah ini merupakan kawah candradimuka-nya ,” ujar Ketua Umum PC IMM Lamongan ini.
Dengan mengacu pada teori Politik Profetik dari Kuntowijoyo—berbasis pada spektrum humanisasi (amar ma’ruf), liberasi (nahi munkar), dan transendensi (iman kepada Allah)—Madrasah Siyasah diharapkan tidak hanya menumbuhkan kesadaran politik di kalangan mahasiswa, tetapi juga mengarahkan mereka menjadi pelopor gerakan sosial yang solutif dan berkeadaban.
Digelar dalam waktu dekat di Rumah Ikatan IMM Lamongan, Madrasah Siyasah akan melibatkan puluhan kader IMM dari berbagai komisariat serta kalangan eksternal. Ruang ini didesain tidak hanya untuk memahami teori, tetapi juga untuk membentuk naluri aksi dan keberanian untuk bersuara.
Madrasah Siyasah. Bukan sekadar belajar politik. Tapi tentang bagaimana menjadikan politik sebagai jalan dakwah dan pembebasan. (*)
Coming Soon – 25–27 Juli 2025
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan







0 Tanggapan
Empty Comments