Politik seharusnya tidak hanya dipandang sebagai ajang perebutan kekuasaan, tetapi juga sebagai ruang pengabdian untuk menegakkan nilai keadilan dan kemaslahatan bersama.
Hal tersebut disampaikan Satria Putra Wibisono dalam kegiatan Madrasah Siyasah yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro pada Sabtu (8/11/2025).
Menurut Satria, pemahaman terhadap filsafat dan etika politik menjadi sangat penting di tengah maraknya praktik politik yang kerap melupakan nilai moral.
“Etika politik hadir untuk mengingatkan bahwa setiap tindakan politik memiliki tanggung jawab moral. Politik tanpa etika hanya akan melahirkan kekuasaan tanpa arah dan kehilangan nurani,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran mahasiswa sebagai generasi muda yang memiliki tanggung jawab moral dalam membangun tatanan sosial yang berkeadilan.
“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan dan penjaga nurani publik. Pemikiran kritis harus diimbangi dengan kesadaran etis, agar perjuangan politik tidak terjebak pada ambisi pribadi, melainkan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Melalui pemaparan tersebut, Satria mengajak peserta untuk memahami bahwa filsafat politik bukan sekadar teori tentang negara, kekuasaan, atau kebijakan, tetapi juga refleksi mendalam tentang bagaimana manusia seharusnya hidup bersama secara adil dan bermartabat.
Kegiatan Madrasah Siyasah yang digelar oleh BEM STIT Muhammadiyah Bojonegoro ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memperdalam wawasan politik yang berlandaskan etika, nilai kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments