Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Madtsamutu Paciran Turut Sambut Kasi Penma Kemenag Lamongan untuk Monev UM-BK

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Kasi Penma Kemenag Kabupaten Lamongan, H Banjir Sidomulyo MPd bersama 24 Kepala Madrasah se-KKMTs IV Kecamatan Paciran dalam Monev Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UM-BK)

PWMU.CO – Kasi Penma Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, H Banjir Sidomulyo MPd melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UM-BK) pada Rabu (30/04/2025).

Monev UM-BK yang seremoni pembukaannya terpusat di MTs Muhammadiyah 02 Pondok Karang Asem Paciran ini dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah anggota Kelompok Kerja MTs (KKMTs) Lamongan IV Kecamatan Paciran.

Dalam sambutan pembukaan Ketua KKMTs IV Kecamatan Paciran, Zainal Muttaqin MPd melaporkan secara singkat bahwa anggota KKMTs IV Kecamatan Paciran sejumlah 24 madrasah dengan jumlah total siswa kelas IX yang terdaftar di PDUM sebanyak 1775 siswa.

Alhamdulillah, sampai hari ini pelaksanaan Ujian Madrasah di beberapa madrasah semuanya bisa berjalan sesuai rencana. Tidak ada kendala yang berarti,” ujarnya.

“Kondisi ini menunjukkan perkembangan yang sangat bagus bagi madrasah kita khususnya di KKMTs IV kecamatan Paciran, dan alhamdhulillah dari total jumlah 24 madrasah tersebut semua madrasah sudah melaksanakan UM-BK,” lanjutnya.

Berikutnya yaitu pidato pembinaan yang disampaikan oleh H Banjir Sidomulyo MPd. Menurut Kasi Penma Kemenag Kabupaten Lamongan ini pelaksanaan ujian di beberapa madrasah secara umum sudah berjalan dengan tertib dan sesuai prosedur.

“Kami melihat kesiapan yang sangat baik dari pihak madrasah dalam menyelenggarakan ujian ini. Baik dari segi administrasi, pengawasan, hingga sarana penunjang, semuanya telah dipersiapkan dengan matang,” jelasnya.

Beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian adalah bentuk pertanggung jawaban madrasah kepada pemerintah dan juga kepada wasyarakat.

Wujud pertanggung jawaban pemerintah adalah dengan menerbitkan jjazah. Ijazah adalah wujud dokumen kompetensi anak selama mengenyam pendidikan dan dinyatakan lulus karena sudah menempuh pendidikan, serta dianggap tuntas menyelesaikan seluruh program pembelajaran mulai dari semester 1 sampai dengan semester 6.

Oleh karenanya, ijazah harus diarsip serapi mungkin, sehingga bila terjadi masalah yang tidak diinginkan di kemudian hari seperti hilang, terbakar atau kebanjiran, masih ada arsipnya yang tersimpan di madrasah.

Beliau juga berpesan agar pelaksanaan UM-BK agar didesain dan dilaksanakan dengan profesional. Untuk itu diperlukan pengembangan alat evaluasi yang mumpuni, dan perlunya sinergi kebersamaan antara sekolah yang besar dan sekolah yang kecil untuk saling mendukung dan saling menguatkan demi terwujudnya madrasah yang hebat bermartabat menuju madrasah yang mendunia.

Di akhir penyampaiannya, beliau berpesan untuk betul-betul memperhatikan data siswa peserta ujian di PDUM agar pada saat penerbitan ijazah secara online nantinya tidak muncul ijazah ganda .

Di tempat terpisah, Kepala MTs Muhammadiyah 1 (Madtsamutu) Pondok Modern Paciran, dalam kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan arahan yang diberikan oleh Kasi Penma Kemenag kabupaten Lamongan.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ujian madrasah. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki dan menjaga standar yang telah ditetapkan,” tuturnya.

Dengan adanya monev ini, diharapkan pelaksanaan ujian madrasah di Madtsamutu Pondok Modern Paciran dapat berjalan dengan baik, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan berintegritas sesuai dengan nilai-nilai pendidikan madrasah.(*)

Penulis Salnun Mahya Salsabila Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu