Sosialisasi Pembukuan Sederhana Dengan UMKM Catering (Reza Aulia Sabillah Asri)Mahasiswa KKN Kelompok 12 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melaksanakan kegiatan edukasi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kedungsumber, Kecamatan Balongpanggang. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan langsung ke rumah-rumah pelaku usaha (door to door) untuk memastikan materi lebih mudah diterima dan diterapkan.
Kegiatan berlangsung pada Jumat (4/8/2025) dengan melibatkan 13 mahasiswa dari berbagai program studi. Dua di antaranya berasal dari Program Studi Akuntansi dan berperan sebagai fasilitator utama dalam penyampaian materi pembukuan sederhana.
Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap pentingnya pencatatan keuangan yang terstruktur. Selama ini, banyak pelaku usaha kecil yang belum menerapkan sistem pembukuan, sehingga kesulitan memantau arus kas maupun menghitung keuntungan secara akurat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat mulai membuat catatan keuangan harian yang rapi, meskipun dengan metode sederhana.
Pendekatan door to door dipilih agar komunikasi berlangsung lebih mendalam dan sesuai dengan konteks usaha masing-masing. Mahasiswa dapat langsung berdiskusi, memahami tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, serta memberikan contoh yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Materi edukasi mencakup teknik dasar pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pentingnya menyimpan bukti transaksi, serta contoh format laporan keuangan sederhana. Mahasiswa juga membagikan lembar kerja dan simulasi buku kas harian yang dapat langsung digunakan oleh pelaku usaha.
Warga desa memberikan sambutan positif terhadap kegiatan ini, khususnya pelaku usaha seperti penjual makanan, pengrajin, dan pemilik usaha katering. Mereka merasa terbantu karena materi disampaikan dengan bahasa sederhana. Beberapa pelaku usaha bahkan meminta pendampingan lanjutan untuk mengimplementasikan pembukuan yang lebih baik.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun kapasitas masyarakat desa sekaligus memperkuat keterampilan sosial dan profesional mereka di luar ruang kelas. Harapannya, inisiatif serupa dapat terus dikembangkan dan diterapkan di wilayah lainnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments