Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mahasiswa KKN Kelompok 22 UMG Sosialisasikan Inovasi Nugget Kangkung kepada Ibu-Ibu PKK Desa Wahas

Iklan Landscape Smamda
Mahasiswa KKN Kelompok 22 UMG Sosialisasikan Inovasi Nugget Kangkung kepada Ibu-Ibu PKK Desa Wahas
pwmu.co -
Foto bersama setelah kegiatan sosialisasi pembuatan nugget kangkung (Refanza/PWMU.CO)

PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) mengadakan sosialisasi pembuatan nugget kangkung di Desa Wahas, Balongpanggang, Kabupaten Gresik pada Rabu (30/7/2025). Inovasi ini hadir dengan tujuan untuk mengolah kangkung, yang biasanya hanya dianggap sebagai sayuran biasa, menjadi kuliner kekinian yang menarik dan bernilai gizi.

Pemilihan kangkung sebagai bahan baku utama didasarkan pada potensinya yang besar serta ketersediaannya yang melimpah di sekitar desa.

Ketua KKN Kelompok 22 Desa Wahas, Randi, menyampaikan bahwa kangkung biasanya hanya dijual dalam bentuk sayuran segar atau bibit saja, maka dari itu, para mahasiswa ingin menambah nilai jual dengan mencoba membuat olahan nugget berbahan dasar kangkung.

“Biasanya kangkung hanya dijual dalam bentuk sayuran segar atau bibit saja. Kami ingin menambah nilai jual, maka kami mencoba membuat olahan nugget berbahan dasar kangkung,” ujar Randi.

Kegiatan ini digelar di Balai Desa Wahas dan Balai Dusun Wahas, dengan sasaran utama Ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang ada di Desa Wahas. Antusiasme terlihat dari semangat para ibu saat menyimak materi dan menyaksikan demonstrasi yang disampaikan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 22.

Ibu-ibu PKK memberikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN Kelompok 22 dari UMG.

Perwakilan dari Dusun Kalipang yang turut hadir, Ismi, menyampaikan bahwa nugget biasanya terbuat dari ayam dan tepung. Ia mengaku baru mengetahui bahwa sayur kangkung juga dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan nugget.

“Nugget, setahu saya, biasanya hanya terbuat dari ayam dan tepung saja. Namun, mahasiswa KKN memberikan kami, ibu-ibu PKK, ilmu baru bahwa sayur kangkung, yang merupakan komoditas utama di desa kami, ternyata dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan nugget,” ungkapnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Adapun tujuan utama dari pembuatan nugget kangkung ini adalah untuk mendorong kreativitas ibu-ibu PKK Desa Wahas dalam mengolah hasil pertanian serta meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, produk ini dinilai lebih sehat dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan pengawet.

Sementara itu, Kepala Desa Wahas, Maskur, mengapresiasi langkah tersebut.

“Inisiatif seperti ini perlu terus didukung. Selain meningkatkan gizi masyarakat, produk ini juga bisa menjadi ikon kuliner desa,” jelasnya.

Ke depannya, para ibu-ibu PKK Desa Wahas berharap produk nugget kangkung ini dapat dicoba oleh seluruh ibu-ibu di Desa Wahas dan nantinya dapat dipasarkan secara luas, mulai dari pasar tradisional hingga platform digital.

Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas, mahasiswa KKN di Desa Wahas berhasil membuktikan bahwa produk sederhana seperti kangkung dapat menjadi inovasi unggulan yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi komunitas desa. (*)

Penulis Refanza Randika Ramdhana dan Viona Rosalina Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu