Dalam sosialisasi ini, para peserta juga diberikan materi mengenai cara pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa. Berikut adalah langkah-langkah pembuatannya:
1. Pemilihan Ikan
Gunakan seekor ikan sortiran, yaitu induk ikan yang sudah tidak memenuhi kualifikasi sebagai induk karena terlalu tua, lemah, atau memiliki kondisi lain yang kurang optimal.
2. Penimbangan
Timbang ikan menggunakan timbangan untuk mengetahui bobotnya dalam gram (g).
3. Pemotongan Kepala Ikan
‣ Letakkan ikan pada permukaan datar.
‣ Gunakan pisau tajam untuk memotong bagian pangkal tengkorak, tepat di bagian punggung, hingga kepala terpisah dari badan.
4. Pengambilan Kelenjar Hipofisa
‣ Bersihkan darah dengan tisu.
‣ Lakukan pemotongan tulang di rahang atas menggunakan pisau, lalu angkat kepala ikan secara hati-hati hingga terlihat kelenjar berbentuk bulat berwarna putih susu.
‣ Gunakan pinset untuk mengambil kelenjar hipofisa dengan hati-hati.
5. Pembersihan dan Pengolahan Kelenjar Hipofisa
‣ Bersihkan kelenjar hipofisa dari sisa darah.
‣ Letakkan kelenjar di atas mortar dingin.
‣ Jika menggunakan hipofisa beku, keluarkan dari freezer terlebih dahulu.
‣ Gerus kelenjar hipofisa menggunakan mortar hingga benar-benar halus.
6. Pembuatan Larutan Hipofisa
‣ Tambahkan 3 ml NaCl fisiologis ke dalam mortar.
‣ Larutan hipofisa kemudian dihisap menggunakan spuit steril, pastikan tidak ada udara yang terhisap.
7. Penggunaan Larutan
Larutan hipofisa yang sudah siap dapat langsung diinjeksikan ke induk ikan sebagai hormon perangsang pemijahan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya dan pemuda tentang penggunaan ekstrak kelenjar hipofisa sebagai alternatif pengganti Ovaprim atau Ovaspek, memanfaatkan ikan lele tua yang tidak layak jual, menghemat biaya produksi dalam pembenihan, serta memberikan keterampilan dalam pembuatan ekstrak kelenjar hipofisa.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pemuda dan pembudidaya ikan lele dapat memanfaatkan ikan lele tua yang tidak terpakai sebagai sumber ekstrak kelenjar hipofisa, yang dapat digunakan sebagai pengganti Ovaprim atau Ovaspek dalam proses pembenihan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tanjangawan melalui produksi benih ikan lele secara mandiri. (*)
Penulis ifa Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments