Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Stikes Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) melaksanakan kegiatan pelatihan ecoprint di tiga sekolah yang berada di wilayah Desa Karangsono, Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas siswa sejak usia dini melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan sekolah.
Pelatihan ecoprint tersebut dilaksanakan secara bergilir di SD Negeri Karangsono I, MI Al Hidayah, dan MI Raudatus Sholihin, Desa Karangsono, dengan melibatkan siswa-siswi serta guru pendamping. Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi kreatif yang mengintegrasikan unsur seni, kepedulian lingkungan, dan pembelajaran kontekstual.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep ecoprint sebagai teknik mencetak motif pada kain dengan memanfaatkan daun dan tumbuhan alami. Para siswa dikenalkan pada berbagai jenis daun yang dapat digunakan, alat dan bahan yang diperlukan, serta tahapan pembuatan ecoprint secara sederhana dan aman, khususnya bagi anak-anak.
Usai penyampaian materi, siswa diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan ecoprint. Dengan pendampingan mahasiswa KKN, siswa tampak antusias menyusun daun hingga membentuk pola, kemudian mencetak motif pada media kain yang telah disiapkan.
Kegiatan praktik ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga melatih kreativitas, dan ketelitian para siswa.
Kepala Sekolah MI Raudatus Sholihin, Yulius, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa melalui pembelajaran berbasis lingkungan.
“Anak-anak terlihat sangat antusias karena dapat belajar langsung dari alam. Kegiatan seperti ini jarang mereka peroleh di dalam kelas sehingga sangat bermanfaat untuk menumbuhkan kreativitas serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan latihan ecoprint ini, mahasiswa KKN berharap siswa dapat mengenal konsep pemanfaatan alam secara bijak serta memahami bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang menarik dan bernilai seni.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong pihak sekolah untuk terus mengembangkan pembelajaran kreatif yang ramah lingkungan, khususnya di Desa Karangsono. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments