Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STIKES Muhammadiyah Bojonegoro sukses melaksanakan salah satu program kerja unggulan dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan lokal.
Pada hari Kamis (5/2/2026), tim mahasiswa secara resmi menyerahkan bantuan bibit ikan air tawar jenis Ikan Tawas kepada Bapak Yanto, salah seorang warga yang menjadi sasaran program di lokasi KKN. Kegiatan ini merupakan manifestasi dari pengabdian mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi rumah tangga melalui sektor perikanan mandiri.
Kegiatan ini diinisiasi oleh kelompok mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro. Pemilihan Bapak Yanto sebagai khalayak sasaran dilakukan melalui observasi yang matang, di mana beliau memenuhi kriteria sebagai warga yang memiliki kemauan dan fasilitas pendukung berupa kolam berbahan terpal yang sudah siap pakai namun belum terisi secara optimal.
Tujuan utama dari program ini bukan sekadar memberikan bantuan fisik, melainkan untuk menumbuhkan semangat kemandirian pangan di tingkat keluarga. Mahasiswa STIKES Muhammadiyah Bojonegoro memandang bahwa kesehatan masyarakat yang menjadi fokus studi mereka juga sangat dipengaruhi oleh asupan gizi.
Ikan Tawas dipilih karena memiliki kandungan protein tinggi dan relatif mudah untuk dibudidayakan di media kolam terpal, sehingga diharapkan dapat menjadi sumber pangan sehat sekaligus potensi tambahan penghasilan bagi keluarga Bapak Yanto di masa depan.

Proses penyerahan dan tebar bibit dilaksanakan pada Kamis siang, tepat pukul 14.30 WIB. Lokasi kegiatan berpusat langsung di kediaman Bapak Yanto, tempat di mana kolam terpal tersebut berada. Pemilihan waktu sore hari dipertimbangkan agar suhu udara dan air cenderung stabil, sehingga meminimalisir risiko stres pada benih ikan saat proses pemindahan berlangsung.
Metode yang diterapkan oleh mahasiswa meliputi penyerahan langsung (hibah) yang dibarengi dengan edukasi singkat mengenai teknik aklimatisasi. Sebelum dilepaskan ke kolam terpal, bibit ikan tawas yang dibawa menggunakan plastik pengemas beroksigen (oxygenated bag) terlebih dahulu diletakkan di permukaan air kolam selama beberapa menit.
Langkah ini bertujuan untuk menyamakan suhu air di dalam plastik dengan suhu air di kolam agar ikan tidak mengalami syok termal.
Meskipun dalam pelaksanaannya terdapat sedikit hambatan berupa kendala komunikasi, di mana tim mahasiswa harus menunggu beberapa saat karena belum adanya janji temu yang pasti dengan Bapak Yanto sebelum keberangkatan, namun semangat pengabdian tidak luntur.
Mahasiswa tetap bersabar menunggu di lokasi sembari memastikan kondisi oksigen dalam kantong plastik tetap terjaga dengan baik. Kesabaran tersebut membuahkan hasil manis ketika Bapak Yanto tiba dan menyambut antusias kedatangan para mahasiswa.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan keberhasilan yang signifikan secara kualitatif maupun kuantitatif. Seluruh bibit ikan tawas terpantau dalam kondisi lincah dan sehat. Indikator keberhasilan utama terlihat dari tingkat mortalitas (kematian) yang mencapai 0%, baik selama perjalanan menuju lokasi maupun saat proses pelepasan ke kolam terpal. Bapak Yanto sebagai penerima manfaat menyampaikan apresiasi yang besar kepada mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro atas bantuan dan ilmu yang diberikan.
Melalui program kerja ini, mahasiswa berharap kolam terpal tersebut dapat menjadi percontohan bagi warga sekitar. Dengan dukungan faktor bibit yang unggul dan kesiapan fasilitas yang bersih, program ini diharapkan berkelanjutan dan menjadi langkah awal bagi masyarakat Bojonegoro untuk lebih produktif dalam memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah demi kesejahteraan keluarga.





0 Tanggapan
Empty Comments