Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 7, bekerja sama dengan CV Lohjinawi Surabaya menggelar penyuluhan tentang pengelolaan sampah di Balai Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang pada Minggu (27/7/2025).
Acara yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat ini mengusung tema “1001 Cara Mencintai Lingkungan”. Tujuan utama penyuluhan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya sampah anorganik serta pentingnya pengelolaan sampah yang tepat dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai urgensi permasalahan sampah yang semakin meningkat. Salah satu anggota KKN menjelaskan bahwa setiap menit, jumlah sampah yang dibuang ke laut setara dengan dua truk besar.
“Khususnya di Jawa Timur, masyarakat menghasilkan sekitar 4 juta ton sampah setiap tahunnya. Sampah-sampah ini tidak hanya merusak estetika lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga menjadi sumber berbagai penyakit serius, seperti diare dan tipes,” ujarnya.
Penyuluhan ini juga mengajak peserta untuk lebih mengenal berbagai jenis sampah anorganik beserta dampak jangka panjangnya. Sampah anorganik merupakan sampah hasil produksi manusia yang terbuat dari bahan-bahan kimia, umumnya berupa kemasan produk makanan atau barang kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Sampah jenis ini sangat sulit terurai secara alami, bahkan oleh bakteri, sehingga memerlukan waktu yang sangat lama untuk terdegradasi. Sebagai contoh, tas kresek membutuhkan waktu 10-20 tahun untuk terurai, gelas plastik sekitar 50 tahun, sedotan plastik hingga 200 tahun, dan botol plastik memerlukan waktu hingga 450 tahun agar dapat terurai sepenuhnya.
Untuk mengatasi masalah sampah ini, KKN Kelompok 7 bersama CV Lohjinawi Logistics menawarkan solusi praktis yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Dalam penyuluhan ini ditekankan bahwa sampah anorganik tidak boleh dibakar atau ditimbun, melainkan harus dipilah terlebih dahulu.
Pemilahan ini sangat penting agar sampah dapat didaur ulang secara efektif menjadi produk baru. Sebagai solusinya, diperkenalkan sistem bank sampah. Melalui sistem ini, masyarakat dapat bergotong royong dan menukarkan sampah anorganik yang telah dipilah dengan uang tunai. CV Lohjinawi Logistics menyatakan kesiapannya untuk membeli dan menjemput sampah yang sudah terkumpul secara gratis di titik penjemputan.
Penyuluhan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan bagi masyarakat Desa Wringinpitu untuk mulai memilah sampah secara mandiri. Dengan berpartisipasi aktif dalam sistem bank sampah, masyarakat tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan.
Sebagaimana slogan yang digaungkan dalam acara tersebut, “Daripada dibuang, mending ditimbang agar dapat uang!”, inisiatif ini menunjukkan bahwa sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah dapat diubah menjadi berkah jika dikelola dengan cara yang tepat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments